Kompas.com - 04/09/2015, 20:53 WIB
Kegiatan water bombing menggunakan helikopter Kamov KA 32A11BC untuk memadamkan sejumlah titik api di wilayah Kalimantan Barat, Kamis (3/9/2015). Kegiatan water boombing untuk memadamkan kebakaran hutan dilakukan di Kabupaten Kubu Raya. KOMPAS.com / YOHANES KURNIA IRAWANKegiatan water bombing menggunakan helikopter Kamov KA 32A11BC untuk memadamkan sejumlah titik api di wilayah Kalimantan Barat, Kamis (3/9/2015). Kegiatan water boombing untuk memadamkan kebakaran hutan dilakukan di Kabupaten Kubu Raya.
|
EditorErvan Hardoko

PONTIANAK, KOMPAS.com - Kabut asap yang menyelimuti kota Pontianak beberapa hari terakhir lebih disebabkan pusaran angin. Data perkiraan embusan angin dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan perputaran angin di wilayah Kalimantan bagian barat.

Komandan Satgas Water Bombing BPBD Kalbar, Bosman mengatakan, asap tersebut berasal dari kebakaran dan lahan yang terjadi di sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat. Adanya pusaran angin yang berputar dengan kecepatan lemah menyedot asap dari daerah lain dan berkumpul di Pontianak.

"Jadi itu asapnya berkumpul nggak bisa kemana-mana. Angin menyedot asap dari daerah lain, karena anginnya lemah, jadi berputar-putar. Untuk hotspot, di Pontianak sendiri sudah tidak ada, kita pantau terus lewat udara" kata Bosman, Jumat (4/9/2015).

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) untuk wilayah kota Pontianak berubah-ubah dari level tidak sehat hingga level yang berbahaya. Berdasarkan data BMKG, ISPU di Pontianak sempat memasuki level sangat tidak sehat atau berbahaya pada siang hari. Kondisi tersebut berangsur membaik, namun masih dalam level tidak sehat.

Berdasarkan pantauan satelit Modis pada 4 September 2015, titik api di wilayah Kalimantan Barat sempat terpantau sebanyak 114 titik yang tersebar di sejumlah kabupaten. Jumlah tersebut berkurang menjadi 23 titik pada pembaruan informasi pukul 16.00 WIB. Secara keseluruhan, jumlah titik api yang terpantau di Kalimantan yaitu Kalbar sebanyak 114 titik, Kalsel sebanyak 138 titik, Kalteng sebanyak 510, Kaltim sebanyak 98 titik, dan Kaltara sebanyak 7 titik.

"Kegiatan pemadaman menggunakan bom air (water bombing) masih dilakukan untuk mengurangi jumlah hotspot di Kalbar. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 30 November 2015 menggunakan anggaran dari APBN" kata Bosman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X