Kompas.com - 01/09/2015, 16:32 WIB
|
EditorErvan Hardoko

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Aksi unjuk rasa para buruh dan aliansi serikat pekerja juga terjadi di Banda Aceh. Para pengunjuk rasa ini menolak tenaga kerja asing masuk ke Aceh jika tidak bisa berbahasa Indonesia dan ahli di bidangnya.

Ketua Dewan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Habibie Inseun, mengatakan pemerintah Aceh harus memprioritaskan tenaga kerja putra daerah untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat.

“Jika tenaga asing yang memiliki kemampuan pas-pasan dan hanya bekerja di level-level buruh juga, buat apa mereka diterima di Indonesia termasuk di Aceh, sementara kita pun memiliki tenaga kerja yang besar, dan jika buruh harus berkualitas, pemerintah juga harus memberi pelatihan dan bekal pendidikan pula kepada tenaga kerja di Aceh,” katat Habibie Inseun saat memimpin unjuk rasa buruh di halaman Gedung DPR Aceh dan halaman kantor Gubernur Aceh, Selasa (1/9/2015).

Para buruh menuntut penerimaan tenaga kerja asing ini ditegaskan dalam peraturan gubernur sebagai turunan dari Qanun (peraturan daerah) No 7 tahun 2014 tentang ketenagakerjaan.

“Qanunnya sudah disahkan namun pemerintah Aceh belum menjalankan, artinya banyak peraturan penegasan untuk pelaksanaan belum dikeluarkan pemerintah aceh,” tegas Habibie, yang juga menjabat Sekretaris Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Habibie menambahkan, Aceh sebagai daerah khusus, seharusnya pelayanan pemerintah juga harus prima. Aceh memiliki anggaran belanja daerah yang besar dan memiliki anggaran dana otonomi khusus yang bisa dimanfaatkan untuk membuka lapangan kerja.

Dalam aksi unjuk rasa ini, para pengunjuk rasa juga meminta pemerintah Aceh segera menetapkan upah minimum provinsi sebesar Rp 2.400.000. Angka ini sudah berdasarkan survey kebutuhan buruh sehari-hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.