15.000 Sandal Hilang, Polisi dan Rumah Penyimpanan Barang Bukti Digugat

Kompas.com - 25/08/2015, 19:01 WIB
Penggugat, Daryanto Li alias Wawa memperlihatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Makassar dan putusan Mahkamah Agung (MA) saat ditemui di rumahnya di Jl Cendrawasih No 295 B, Makassar, Selasa (25/8/2015). KOMPAS.com/Hendra CiptoPenggugat, Daryanto Li alias Wawa memperlihatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Makassar dan putusan Mahkamah Agung (MA) saat ditemui di rumahnya di Jl Cendrawasih No 295 B, Makassar, Selasa (25/8/2015).
|
EditorCaroline Damanik
MAKASSAR, KOMPAS.com - Polrestabes Makassar dan Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) digugat lantaran barang sitaan polisi yang disimpan di Rupbasan Makassar hilang. Pemiliknya menuntut ganti rugi.

Daryanto Li alias Wawa, si penggugat, mengatakan, 15.000 pasang sandal miliknya yang disita oleh polisi pada tahun 2010 lalu telah hilang. Akibatnya, dia menderita kerugian materil mencapai Rp 400 juta. Dengan hilangnya barang dagangannya yang disita polisi, Wawa pun menggugatnya ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar pada tahun 2012.

Dari hasil gugatan itu, pihak Rupbasan melakukan kasasi dan dinyatakan kalah oleh Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2014. Sedangkan pihak Polrestabes Makassar tidak melakukan kasasi ke MA dan menerima putusan PN Makassar untuk mengganti rugi barang sitaan itu.

"Dulu saya laporkan PT KMA pada 8 November 2010 dan direkturnya, Lie Yuyu ditetapkan sebagai tersangka penipuan dan penggelapan. 15.000 pasang sendal milikku disita oleh Polrestabes Makassar sebagai barang bukti. Polisi lalu menitipkan barang sitaan itu ke Rupbasan pada 22 Juni 2011. Tahu-tahunya, sebanyak 9.703 pasang sendal milikku hilang. Ditambah lagi, kasus penipuan dan penggelapan yang saya laporkan ditutup (SP3). Padahal, dalam kasus itu sudah ada tersangka dan sudah lengkap barang buktinya," ungkap Wawa saat ditemui di rumahnya di Jl Cendrawasih No 295 B, Makassar, Selasa (25/8/2015).

Dalam amar putusan PN Makassar yang diperkuat putusan MA, lanjut Wawa, pihak Polrestabes Makassar dan Rupbasan pada tahun 2012 dijatuhi hukuman ganti rugi sebesar Rp 400 Juta. Namun hingga kini 2015, pihak Polrestabes Makassar melakukan kewajibannya.

"Saya sudah datangi Polrestabes Makassar dan Polda Sulselbar. Pimpinan-pimpinan mereka memberikan surat rekomendasi untuk pembayaran kerugian saya. Tapi saya seperti di pimpong oleh mereka dan sampai sekarang belum terima uang pengganti seperti diputuskan pengadilan. Sedangkan pihak Rupbasan, sementara melakukan pembayaran dengan menggarkan kerugian saya ke anggaran mereka," katanya.

Wawa menambahkan, saat kasusnya bergulir di Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Himawan sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Rekrim).

"Kalau Kapolresnya saat itu saya lupa siapa orangnya," tambahnya.

Kepala Polrestabes Makassar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Fery Abraham tidak berhasil dikonfirmasi. Sedangkan Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Komisaris Polisi (Kompol) Andi Husnaeni yang dikonfirmasi mengatakan, dia tidak mengetahui kasus itu dan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Takut Diputus Pacar, Pria Ini Rekam Hubungan Intim dan Menyebarkannya

Takut Diputus Pacar, Pria Ini Rekam Hubungan Intim dan Menyebarkannya

Regional
Diguyur Hujan Sejak Kemarin, 5 Kecamatan di Karawang Masih Terendam Banjir

Diguyur Hujan Sejak Kemarin, 5 Kecamatan di Karawang Masih Terendam Banjir

Regional
Kades Gelapkan Dana Desa Rp 325 Juta untuk Bayar Utang dan Pergi ke Malaysia

Kades Gelapkan Dana Desa Rp 325 Juta untuk Bayar Utang dan Pergi ke Malaysia

Regional
Cegah Virus Corona, WNA yang Masuk Batam Wajib Isi Health Alert Card

Cegah Virus Corona, WNA yang Masuk Batam Wajib Isi Health Alert Card

Regional
Si Jago Merah Hanguskan 4 Rumah di Solok, Seorang Guru SMK Tewas Terbakar

Si Jago Merah Hanguskan 4 Rumah di Solok, Seorang Guru SMK Tewas Terbakar

Regional
Danny Pomanto Yakin Golkar Dukung Dirinya di Pilkada Makassar

Danny Pomanto Yakin Golkar Dukung Dirinya di Pilkada Makassar

Regional
Tragedi Susur Sungai, Guru Olahraga yang Merangkap Pembina Ditahan

Tragedi Susur Sungai, Guru Olahraga yang Merangkap Pembina Ditahan

Regional
Maju Jalur Independen, Bupati Jember Klaim Dapat 246 Ribu Dukungan

Maju Jalur Independen, Bupati Jember Klaim Dapat 246 Ribu Dukungan

Regional
Bawa Lari Anak 12 Tahun Tanpa Izin Orangtua, Guru SD Ditangkap

Bawa Lari Anak 12 Tahun Tanpa Izin Orangtua, Guru SD Ditangkap

Regional
Meski Banjir, Warga Karawang Antusias Mencoblos di Pilkades Serentak

Meski Banjir, Warga Karawang Antusias Mencoblos di Pilkades Serentak

Regional
Hanya karena Tak Minta Izin Kerja di Kafe, Perempuan Ini Tewas Ditusuk Teman Dekat

Hanya karena Tak Minta Izin Kerja di Kafe, Perempuan Ini Tewas Ditusuk Teman Dekat

Regional
Tragedi Susur Sungai, Mensos: Saya Dengar Tidak Pakai Helm dan Pelampung, Lalai Sekali

Tragedi Susur Sungai, Mensos: Saya Dengar Tidak Pakai Helm dan Pelampung, Lalai Sekali

Regional
Prank Ultah Tewaskan 2 Pelajar di Underpass, Lurah: Harus Berapa Banyak Lagi Korban?

Prank Ultah Tewaskan 2 Pelajar di Underpass, Lurah: Harus Berapa Banyak Lagi Korban?

Regional
Gelapkan Dana Desa hingga Rp 325 Juta, Kepala Desa di Aceh Utara Diamankan Polisi

Gelapkan Dana Desa hingga Rp 325 Juta, Kepala Desa di Aceh Utara Diamankan Polisi

Regional
Sungai Citanduy Meluap, Ratusan Makam hingga Puskesmas di Tasikmalaya Terendam Banjir

Sungai Citanduy Meluap, Ratusan Makam hingga Puskesmas di Tasikmalaya Terendam Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X