Kompas.com - 25/08/2015, 08:54 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
PONTIANAK, KOMPAS.com — Nama lengkap bocah ini Irfan Hakim, mirip nama salah satu artis Ibu Kota. Usianya baru menginjak 11 tahun. Namun, keluarga, rekan sekampung, ataupun teman di sekolah memanggilnya Ivan. Bocah berperawakan kurus, tinggi, dan berkulit sedikit gelap ini lumayan mirip dengan postur Presiden Joko Widodo dalam bentuk mini.

Nama Ivan mendadak menjadi bahan pembicaraan lantaran berani menolak hadiah sepeda "bencong" dari Presiden Jokowi yang sedang berkunjung ke SMP Negeri 4 Pontianak Timur, Sabtu (22/8/2015).

Keberanian yang diucapkan Ivan secara spontan untuk menolak hadiah sepeda berwarna pink membuat semua orang yang hadir tertawa terpingkal-pingkal.

Ivan yang saat ini duduk di kelas IV SD Negeri 5 Pontianak Timur masih tak menyangka kalau dia mendapat hadiah dari seorang Presiden. Impian setahun terakhir ini untuk memiliki sebuah sepeda akhirnya terwujud dengan cara yang akan dikenang seumur hidup.

"Dia (Ivan) sudah setahun yang lalu minta dibelikan sepeda, tetapi belum bisa dibelikan karena memang belum punya uang. Syukurlah, rezeki dia, bisa dapat hadiah sepeda dari Pak Jokowi," kata Jamilah, ibu kandung Ivan, saat dikunjungi Kompas.com di rumahnya, Senin (24/8/2015).

Ivan merupakan putra bungsu dari lima bersaudara pasangan Ismail (47) dan Jamilah (46). Ivan tinggal bersama keluarganya di Gang Harmonis, Kampung Tanjung Pulau, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Sekilas, tempat tinggal Ivan berada di permukiman padat penduduk yang mayoritas dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Akses menuju rumahnya pun hanya sebuah gang sempit berukuran tak lebih dari satu meter.

Saat dikunjungi kemarin, Ivan masih berada di sekolah karena dia mempunyai jadwal masuk siang. Ibu Ivan banyak bercerita tentang peristiwa menggelikan putra bungsunya itu dalam kunjungan Jokowi yang lalu.

Tak kenal Presiden
Ternyata, Ivan pun tidak tahu kalau yang memberinya sepeda itu adalah Presiden. "Ivan hanya taunya Jokowi, tapi tidak tau kalau Jokowi itu Presiden. Dia cuma bilang ke saya, kok bapak itu baiknya, kasih Ivan hadiah sepeda," tutur Jamilah.

Jamilah pun sempat merasa malu dan memikirkan kenapa anaknya sampai tidak mengetahui bahwa Jokowi adalah Presiden. Perasaan kesal pun sempat menghampirinya, mengingat saat ini Ivan sudah duduk di kelas IV SD, tetapi tidak tahu siapa presidennya.

"Awalnya saya berpikir, saya malu anak saya kok bisa ndak kenal presidennya. Kesal juga sama dia. Namun, dia jawab pun polos, dia jawab apa adanya, dia bilang dia cuma tahu Jokowi, tetapi ndak tau Jokowi itu Presiden," tutur Jamilah.

Penasaran dengan cerita Jamilah, Kompas.com pun mencoba mendatangi sekolah Ivan, dan menemui Nazarudin, Kepala SD Negeri 5, tempat Ivan bersekolah. Saat itu kegiatan belajar mengajar masih berlangsung. Kepala sekolah pun menceritakan sekilas tentang kepribadian murid yang berhasil membuat sejumlah menteri, pejabat negara, wali kota, gubernur, hingga Presiden Jokowi tertawa terpingkal-pingkal.

"Di sekolah bagus, sopan santunnya juga bagus. Cuma kalau pendidikan, ya dia standarlah, tidak juga lebih, tidak juga kurang. Cuma, anaknya memang polos," kata Nazarudin.

Nazarudin berharap, semoga hadiah dari Presiden tersebut bisa menjadi motivasi bagi Ivan untuk meningkatkan prestasinya di sekolah. "Saya pesan sama dia, kalau sudah dapat sepeda, ditingkatkan lagi prestasinya. Soalnya langka, ada siswa daerah yang bisa langsung beruntung dapat hadiah dan bersalaman dengan presiden," kata Nazarudin.

Sepeda perempuan

KOMPAS.com/ YOHANES KURNIA IRAWAN Ivan duduk di kelas 4 di SD Negeri 5 Pontianak Timur
Nazarudin kemudian mengizinkan Kompas.com untuk melihat situasi belajar mengajar di kelas. Saat itu, Ivan sedang mengerjakan tugas pelajaran agama. Sambil sedikit berbincang, Ivan kemudian diizinkan untuk diwawancara di ruangan kepala sekolah.

"Saya cuma tau dia Jokowi, tapi ndak tau kalau dia itu Presiden. Dia kasih saya sepeda warna pink, alaamak ee... itu kan warna untuk bencong, pink warna untuk perempuan," kata Ivan sedikit tergagap.

Ivan bercerita, saat diberi pertanyaan oleh Jokowi, dia sempat bingung. Pertanyaan yang diajukan Jokowi saat itu memang dengan ritme yang cepat.
 
"Tujuh tambah tujuh tambah tujuh, saya bingung Pak Jokowi berapa kali bilang tujuhnya. Tiga atau empat kali. Saya jawab dua puluh satu, ndak taunya benar," cerita Ivan dengan logat kental khas Melayu Pontianak.

Mengakhiri ceritanya, Ivan mengungkapkan bagaimana dia menyukai hadiah pemberian sepeda "bencong" yang kemudian ditukar oleh Jokowi dengan sepeda gunung. Sepeda itu setidaknya bisa mengingatkan Ivan bahwa itu adalah hadiah pemberian dari Jokowi, Presiden Republik Indonesia. (Baca juga: Gelak Tawa Pecah, Bocah SD Tolak Sepeda "Bencong" Pemberian Jokowi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Regional
Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.