Kompas.com - 24/08/2015, 14:17 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Wali Kota Bandung Ridwan Kamil belum bisa bersikap terkait keberadaan Go-Jek dan Uber di Kota Bandung.

Pria yang akrab disapa Emil itu mengaku baru akan mengambil keputusan setelah ada kesimpulan hasil seminar Fenomena Moda Transportasi Baru Kota Bandung di Era Digital yang digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganesha, Kota Bandung, Senin (24/8/2015).

"Jadi, saya nunggu hasil rekomendasinya seperti apa. Maksudnya, setiap ada inovasi baru selalu menimbulkan dinamika, itu disebut destruktif inovation therapy. Jadi, hari ini kita dengarkan semua pihak. Ya ada dari Go-Jeknya, dari Ubernya, ada dari grup taksi, ada juga dari Organda mewakili elemen-elemen masyarakat," tutur Emil seusai acara.

Menurut Emil, seminar tersebut dimaksudkan agar semua pihak dapat memahami konteks masalah. Sering kali, lanjut Emil, beberapa pihak banyak berasumsi tanpa mengetahui persoalan tersebut.

"Kuncinya mah dengerin aja dulu. Kalau (seminar) sudah dilakukan tetapi masih berbeda pendapat, tidak ada masalah. Pada akhirnya, sebagai wali kota, saya akan ambil keputusan," kata Emil.

Terkait adanya aksi penolakan dari sopir taksi, Emil menganggap hal itu wajar. "Kan tadi saya sudah bilang tiap orang punya pendapat masing-masing, jadi enggak ada masalah. Jadi, tidak bisa dipaksakan tidak demo. Itu mah demokrasi aja," kata Emil.

Pada dasarnya, Pemkot Bandung, kata Emil, mendukung segala inovasi. Namun, hal itu harus disertai aspek legalitas yang jelas. "Kalau ternyata secara legalitas tidak ada solusinya, inovasi ini belum bisa diizinkan sampai nanti ketemu format legalitasnya. Yang sederhana itu aja. Namun, jika ada inovasi legalitas dalam bentuk satu dan lain hal, kenapa tidak? Yang harus kita utamakan adalah pelayanan kepada warga," tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Regional
Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Regional
Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Regional
Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.