Polisi Berharap Keluarga Korban Trigana Air Proaktif Bantu Proses Identifikasi

Kompas.com - 19/08/2015, 03:50 WIB
Keluarga penumpang pesawat Trigana Air jenis ATR 42-300 twin-turbopop yang jatuh, menunggu informasi i Bandara Jayapura, Papua, 17 Agustus 2015. Sebanyak 5 awak dan 49 penumpang dilaporkan tewas. AFP PHOTO / BIMA SAKTIKeluarga penumpang pesawat Trigana Air jenis ATR 42-300 twin-turbopop yang jatuh, menunggu informasi i Bandara Jayapura, Papua, 17 Agustus 2015. Sebanyak 5 awak dan 49 penumpang dilaporkan tewas.
|
EditorBayu Galih
JAYAPURA, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian Daerah Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw berharap agar pihak keluarga korban jatuhnya pesawat Trigana Air segera melengkapi data antemortem. Sehingga, ini akan memudahkan proses identifikasi jenazah.

Mengenai masih adanya nama penumpang yang tidak sesuai dengan manifes pesawat, Waterpauw berharap agar secepatnya bisa menemukan nama penumpang, hingga memudahkan kerja tim DVI melakukan identifikasi jenazah.

“Prinsipnya kami berharap siapa pun anggota keluarga yang menjadi korban dalam pesawat itu, silakan secepatnya melaporkan kepada kami untuk memudahkan proses identifikasi,” kata Waterpauw di Base Ops Lanud Jayapura, Selasa (18/8/2015).

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah mengumpulkan data antemortem 45 penumpang Trigana Air dari tiap-tiap keluarga. "Laporan terakhir DVI Commander di Papua, sudah ada 45 data ante-mortem dari keluarga. Ini kami kumpulkan sejak kemarin," ujar Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan Polri Brigjen (Pol) Arthur Tampi. (Baca:

Data antemortem yang dimaksud adalah sidik jari; rekam gigi; foto tersenyum; tanda khusus pada tubuh, misalnya tato dan bekas operasi; serta informasi soal baju atau aksesori yang dikenakan anggota keluarga sesaat sebelum masuk pesawat. Saat ini. Tim DVI "jemput bola" mengumpulkan data itu.

Pada Selasa (18/8/2015) siang sekitar pukul 09.40 WIT, tim SAR gabungan berhasil mencapai lokasi jatuhnya pesawat Trigana Air PK-YRN. Tim juga berhasil mengumpulkan 54 jenazah penumpang pesawat.

Menurut Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Bambang Soelistyo, kondisi sebagian besar jenasah sudah tidak utuh, sehingga perlu dilakukan proses identifikasi oleh tim DVI. Rencana proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Papua dibantu tim DVI Mabes Polri akan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara, Jayapura, namun masih menunggu persetujuan warga di Oksibil.

“Kami berharap pihak keluarga di Oksibil bisa menyerahkan jenazah dibawa ke Jayapura untuk identifikasi. Setelah proses itu selesai akan kami kirim ke kampung halaman masing-masing,” ucap Soelistyo.

Pesawat Trigana Air jenis ATR 42 dengan nomor registrasi PK-YRN mengalami kecelakaan Minggu (16/8/2015) sore, dengan kontak terakhir sekitar pukul 14.55 WIT. Pesawat jatuh di daerah perbukitan di ketinggian 8.300 kaki di Distrik Oksop, sekitar 7 nautical mile dari Kota Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Regional
Rumah Kos di Bandung Digerebek,  Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Rumah Kos di Bandung Digerebek, Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Regional
Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Regional
Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Regional
5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

Regional
Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Regional
Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Regional
Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Regional
Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Regional
Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Regional
Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Regional
Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Regional
Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Regional
22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

Regional
Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X