Kompas.com - 15/08/2015, 15:18 WIB
Pawai gerak jalan antar sekolah pada Sabtu (15/8/2015) diikuti oleh belasan sekolah di Kecamatan Sebatik Timur, mulai dari jenjang SD hingga SMA sederajat. Aldo FenalosaPawai gerak jalan antar sekolah pada Sabtu (15/8/2015) diikuti oleh belasan sekolah di Kecamatan Sebatik Timur, mulai dari jenjang SD hingga SMA sederajat.
|
EditorDesy Afrianti
SEBATIK, KOMPAS.com - Sorak sorai warga terdengar riuh di sepanjang jalan raya Ahmad Yani, Desa Sei Nyamuk, Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, pada Sabtu (15/8/2015).

Mereka tengah memberi dukungan kepada para anak sekolah yang berlomba dalam pawai gerak jalan untuk menyambut 70 tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada Senin (17/8/2015) nanti.

"Anak saya juga ikut pawai gerak jalan, ada dua orang yang ikut, SD sama SMP. Belum tampil dia, tetapi regu yang lain bagus-bagus ternyata," kata Marni yang tampak antusias melihat pawai gerak jalan berbagai regu sekolah sejak pagi hari.

Kaum perempuan mendominasi keriuhan dalam pergelaran itu. Banyak yang bertepuk tangan dan tak sedikit pula yang berteriak menyemangati peserta yang mereka kenal.

Bahkan beberapa perempuan usia baya histeris saat anak mereka berhasil memamerkan beberapa koreografi dengan ciamik.

"Seru melihatnya, makanya kita bela-belain nonton di pinggir jalan walau cuaca panas. Mereka keren-keren atraksinya," sebut Inda, ibu tiga anak yang salah satu anaknya juga ikut pergelaran tersebut.

Pawai gerak jalan itu tak hanya sekadar gerak jalan biasa. Regu yang ikut lomba tersebut harus memamerkan berbagai koreografi dengan yel-yel berbau kemerdekaan.

Pakaian masing-masing peserta dalam sebuah regu juga harus bercirikan nasionalisme. Kata-kata "merdeka" begitu sering terdengar dilontarkan para peserta sepanjang pawai.

Kemeriahan menjelang Hari Kemerdekaan RI itu pun semakin kental di Desa Sei Nyamuk karena di kiri kanan jalan juga berdiri umbul-umbul dan bendera berwarna merah putih.

Meski pulau yang mereka tempati setengahnya juga milik negara Malaysia, nasionalisme Merah Putih tampak tak memudar.

"Kalau tiap tujuh belasan kita memang banyak acara, tidak pernah sepi, seperti gerak jalan ini. Kalau soal nasionalisme kita jangan ditanya lagi, Indonesia," kata Dodo, salah satu warga yang tinggal di sekitar Jalan Ahmad Yani.

Pulau Sebatik sejak lama telah berada di dalam dua wilayah administrasi negara. Di bagian utara pulau ini milik Malaysia, sedangkan di bagian selatan menjadi wilayah kesatuan Republik Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X