Jadi Tersangka, Tiga Karyawan PT Olaga Food Praperadilankan Polda Sumut

Kompas.com - 14/08/2015, 20:37 WIB
|
EditorFarid Assifa
MEDAN, KOMPAS.com - Ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara, tiga karyawan PT Olaga Food mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Medan. Mereka mempertanyakan bukti-bukti yang digunakan untuk menetapkan mereka menjadi tersangka.

Kuasa hukum ketiga tersangka, Ganda Putra Marbun dan Bona Tua Pakpahan, menjelaskan, tiga pekerja itu adalah Mutadi (46), Sukirmansyah Cota Chaniago (36) dan Sulistiono (35) selaku pemohon I, II dan III serta Polda Sumut sebagai termohon.

"Sudah kita ajukan ke PN Medan dengan Nomor Registrasi Praperadilan: 038/Pra.Pid/2015/PN.Medan," ungkap Ganda, Jumat (14/8/2015).

Menurut Ganda, terdapat kejanggalan dalam penetapan tersangka kepada ketiga karyawan itu. Ketiganya disangkakan melakukan pencemaran nama baik, yakni Pasal 310 dan 311 KUHP. Mereka dijadikan tersangka karena dianggap menyebarkan berita bohong atas pemberitaan di beberapa media cetak yang terbit di Kota Medan. Padahal mereka laporkan yang mereka alami dan kerjakan di pabrik, mendaur ulang mi instan di PT Olaga Food Industry," kata Ganda.

Bona Tua menambahkan, keanehan lain adalah pengaduan para pekerja pada 31 Maret 2015 lalu ke Polda Sumut tentang daur ulang mi instan tersebut tidak digubris sebagaimana mestinya. Padahal mereka membawa video daur ulang mi instan yang mereka rekam langsung di pabrik. Mereka di suruh membuat laporan tertulis, tetapi tak ada laporan polisi, tidak ada surat tanda penerimaan laporan dan tak direspons.

"Sedangkan pengaduan perusahaan diproses," tandas Bona, heran.

Akibat pelaporan itu, Mutadi dan Sulistiono dirumahkan. Sedangkan Sukirmansyah Cota Chaniago dimutasi ke pabrik PT Olaga Food Industry di Tagerang.

"Mereka dirumahkan, semestinya tetap mendapat gaji penuh, tapi hanya setengah mereka terima. Mengenai Sukirmansyah, dia ini ketua serikat buruh Deli Serdang," ungkapnya.

Pengajuan permohonan praperadilan ini karena pihaknya ingin mengetahui alasan penetapan ketiga karyawan tersebut sebagai tersangka terhitung sejak 4 Agustus 2015 berdasarkan surat panggilan Nomor S.Pgl/3387/VIII/2015/Ditreskrimum, Nomor S.Pgl/3388/VIII/2015/Ditreskrimum, dan Nomor S.Pgl/3389/VIII/2015/Ditreskrimum, atas laporan polisi nomor LP/367/III/2015/SPKT III tanggal 26 Maret 2015.

"Di prapid ini kita ingin tahu, apa yang menyebabkan mereka jadi tersangka. Karena kan harus ada minimum dua alat bukti," pungkas Bona.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X