Bom Rakitan Ditemukan Lagi di Kamar Kos di Karanganyar

Kompas.com - 13/08/2015, 17:43 WIB
Petugas berjaga di kamar kos di Karanganyar, tempat ditemukannya bom rakitan, Kamis (13/8/2015). KOMPAS.com/M WismabrataPetugas berjaga di kamar kos di Karanganyar, tempat ditemukannya bom rakitan, Kamis (13/8/2015).
|
EditorCaroline Damanik
KARANGANYAR, KOMPAS.com - Pasukan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menemukan bom rakitan siap diledakan di sebuah kamar kos di Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah. Hal tersebut dilakukan setelah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Kota Solo.

Polisi menduga kuat bom rakitan yang ditemukan di Karanganyar terkait dengan temuan di Kota Solo sebelumnya (baca juga: Penggeledahan 1 Jam di Solo, Densus 88 Temukan Bom Rakitan).

"Proses perakitan bom dilakukan di kios telepon genggam di Sangkrah, Solo, lalu setelah jadi rangkaian bom disimpan di kamar kos di Kebakkramat," kata Komisaris Besar Ibnu Suhendro, salah satu perwira Tim Densus 88 di lokasi kejadian pada hari Kamis (13/8/2015).

Namun, dirinya menjelaskan bahwa keterangan lebih jelas akan diberikan langsung oleh Divisi Humas Mabes Polri. Menurut Ibnu, hasil penggeledahan di Kebakkramat ini terkait dengan hasil penangkapan tiga terduga teroris di Kota Solo, Rabu (12/8/2015).

Sementara itu, menurut salah satu perangkat desa, Haryono, kamar kos tersebut baru saja disewa oleh seseorang sebesar Rp 150.000 per bulan.

"Baru tiga hari lalu disewa orang dan saat dimintai identitasnya dikasih tapi setelah itu diminta lagi untuk fotokopi," kata Haryono.

Lokasi kos yang digeledah Densus termasuk di kawasan industri. Banyak warga yang menyewakan kamar kos untuk pekerja. Densus juga masih enggan menjelaskan berapa daya ledak bom rakitan yang ditemukan baik di Solo maupun di Karanganyar.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat terduga teroris yaitu Sugiyanto, Yuskarman, Ibad, dan Udin ditangkap oleh Densus Anti Teror Mabes Polri kemarin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X