Telat 7 Menit, Pasangan Bakal Calon Wali Kota Mataram Ditolak KPUD

Kompas.com - 11/08/2015, 17:29 WIB
Telat 7 Menit, KPU Mataram Tolak Pendaftaran Pasangan Calon 'Zamrud' KOMPAS.com/ Karnia SeptiaTelat 7 Menit, KPU Mataram Tolak Pendaftaran Pasangan Calon 'Zamrud'
|
EditorFarid Assifa

MATARAM, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram resmi menutup pendaftaran pemilihan kepala daerah (pilkada) tepat pukul 16.00 Wita, Selasa (11/8/2015). Hingga masa perpanjangan pendaftaran berakhir, hanya ada satu pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali Kota Mataram yang sudah mendaftar, yaitu pasangan Ahyar Abduh dan Mohan Roliskana (Aman).

Namun setelah ketua KPU Kota Mataram Ainul Asikin dan seluruh komisioner KPU masuk ke dalam ruangan, sekitar pukul 16.07 Wita, muncul pasangan calon Zabur dan Mahmud (Zamrud) yang datang ke kantor KPU untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali Kota Mataram. Pasangan ini mengaku diusung oleh tiga partai politik, yaitu Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrat.

Terkait hal ini, KPU Kota Mataram menolak pendaftaran pasangan calon "Zamrud" karena waktu perpanjangan pendaftaran sudah ditutup tepat pukul 16.00 Wita.

"Aturannya kalau sudah lewat waktu ya kita tolak," kata Ainul Asikin.

Asikin mengatakan, pihaknya sudah menghubungi KPU provinsi terkait masalah ini. Menurut dia, KPU tidak akan memberi kelonggaran waktu pendaftaran karena sesuai peraturan, pendaftaran ditutup tepat pukul 16.00 Wita.

"Ndak boleh kita kasih kelonggaran, ndak boleh. Sudah resmi ditolak, dan dia sudah menyadari itu," kata Asikin.

Asikin menambahkan, pendaftaran pasangan calon wali kota dan wakil wali kota harus didampingi oleh ketua partai. Sementara pada saat mendaftar ke KPU, pasangan Zamrud datang tanpa didampingi ketua partai.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Zabur yang rencananya akan mendaftar sebagai bakal calon wali Kota Mataram mengatakan dirinya siap menjadi penantang "Aman" untuk membangun demokrasi yang sehat di Kota Mataram.

"Supaya pemilu di Kota Mataram bisa berjalan dengan baik, tidak tertunda sampai 2017," kata dia.

Zabur mengakui, keterlambatannya datang mendaftarkan diri ke KPU disebabkan pesawat yang ia tumpangi dari Jakarta mengalami keterlambatan selama 15 menit. Sehingga pasangan calon ini terlambat datang sampai ke KPU Kota Mataram untuk mendaftar.

"Saya minta tolong pada KPU Kota berkomunikasi kepada KPU pusat dan Bawaslu. Saya minta perpanjangan sampai jam 00.00. Saya akan verifikasi apa-apa yang belum, supaya tidak ada kesalahan berkas," kata Zabur.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Suami Jebak Istri Bawa Sabu Biar Ditangkap Polisi, Ternyata Ini Motifnya

Kisah Suami Jebak Istri Bawa Sabu Biar Ditangkap Polisi, Ternyata Ini Motifnya

Regional
Begini Modus Oknum Pendamping PKH di Cianjur Gelapkan Dana Bansos

Begini Modus Oknum Pendamping PKH di Cianjur Gelapkan Dana Bansos

Regional
ASN Tertangkap Mesum di Mobil, Bupati: Kasus Ini Mencemarkan Nama Baik Pemkab Sampang

ASN Tertangkap Mesum di Mobil, Bupati: Kasus Ini Mencemarkan Nama Baik Pemkab Sampang

Regional
Bertambah, Pasien Covid-19 yang Sembuh Tanpa Dirawat di RS

Bertambah, Pasien Covid-19 yang Sembuh Tanpa Dirawat di RS

Regional
Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Regional
Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Regional
2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

Regional
Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Regional
Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Regional
PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

Regional
Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Regional
Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Regional
3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

Regional
30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

Regional
Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X