Diduga Takut Ketahuan sebagai Pengedar Narkotika, Pria Ini Mutilasi Kekasihnya

Kompas.com - 08/08/2015, 15:22 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorDesy Afrianti
BALIKPAPAN, KOMPAS.com – Kepolisian Resor Kabupaten Kutai Kartanegara mengungkap keterkaitan peredaran narkotika di balik kasus mutilasi dengan korban RRN, 18 tahun. Pelaku, IS, 28 tahun, warga Kecamatan Barong Tongkok di Kabupaten Kutai Barat nekat menghabisi nyawa RRN karena diduga takut ketahuan terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.

Selain itu, IS juga diperkirakan takut ketahuan menjalin hubungan di luar nikah dengan RRN.

"Keterangan yang bersangkutan, baik pelaku dan korban berada dalam lingkaran pemakai dan pengedar sabu. Pelaku takut kena jebakan-jebakan aparat sekaligus takut ketahuan istrinya, hingga akhirnya dilakukanlah eksekusi itu. Namun motif sebenarnya masih kami dalami," kata Kapolsek Kota Bangun Ajun Komisaris Juwadi, Sabtu (8/8/2015).

Polisi menangkap IS di rumahnya di Kecamatan Barong Tongkok Kubar, Jumat (7/8/2015) sore. Kepada polisi, IS mengakui mutilasi itu dilatari dengan sejumlah alasannya, menghindari jebakan aparat dan takut ketahuan istri.

IS merupakan tenaga kerja kontrak (TKK) untuk Dinas Pendapatan Daerah di Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.

Ia memiliki seorang istri dan dua anak. Kepada polisi, IS mengaku membunuh RRN di lokasi tambang di Kukar. (Baca: Tanpa Kepala, Jasad Perempuan Bertato "Ririn" Ditemukan Terapung di Sungai Mahakam)

Kepala korban kemudian dibuang di jurang di Loa Duri, sedangkan badannya dibungkus karung beras, diikat pemberat, lalu ditenggelamkan di Sungai Mahakam, di bawah jembatan Martadipura di Kota Bangun.

"Jaraknya tiga jam dari sini (jembatan). Kami cari malam ini (tadi malam) dan harus ketemu. Tidak bisa ditunda karena kita kawatir lebih lama akan hilang, misal dimakan binatang buas," kata Juwadi.

Atas perbuatannya IS terancam Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, seperti parang, handuk yang dipakai membungkus kepala, karung, batu pemberat agar jasad korban tenggelam, hingga mobil pengangkut jasad korban.

Kasus ini terungkap setelah seorang nelayan menemukan jasad perempuan tanpa kepala ditemukan terapung di sekitar Jembatan Martadipura, Selasa (4/8/2015).

Jasad itu cuma dibungkus karung beras plastik. Tidak ada identitas kecuali tato di lengannya dan pola abstrak di sejumlah bagian punggung.

Polisi menyebar ciri-ciri korban melalui media sosial dan mengomunikasikan temuan ini ke kepala desa lebih dari 20 desa di Kota Bangun, termasuk melalui Face Book.

Media sosial ini berperan besar menguak kasus itu. Ada saja pengguna FB yang mengaku kenal pemilik tato. Temuan itu memperlancar kerja polisi hingga akhirnya IS tertangkap.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Regional
Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Regional
Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Regional
Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Regional
Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Regional
Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Regional
Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Regional
Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Regional
Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Regional
Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Regional
Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Regional
Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Regional
Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X