Saat Pendaftaran, Calon Penantang Risma-Wisnu Tiba-tiba Menghilang

Kompas.com - 03/08/2015, 18:34 WIB
Pasangan Dhimam Abror-Haris Purwoko mendaftar ke KPU Surabaya. KOMPAS.com/Achmad FaizalPasangan Dhimam Abror-Haris Purwoko mendaftar ke KPU Surabaya.
|
EditorCaroline Damanik

SURABAYA, KOMPAS.com — Proses pendaftaran pasangan calon penantang Risma-Wisnu pada pilwali Surabaya tidak berjalan mulus, Senin (3/8/2015). Calon wakil wali kota Haris Purwoko tiba-tiba menghilang tanpa menandatangani formulir kesediaan untuk dicalonkan sebagai calon wakil wali kota Surabaya.

Sebelumnya, Haris sudah naik ke lantai dua kantor KPU Surabaya bersama calon wali kota Dhimam Abror. Keduanya sempat duduk bersebelahan. Namun, tiba-tiba, Ketua MPC Pemuda Pancasila Surabaya itu meninggalkan ruang pendaftaran setelah menerima telepon dari ponselnya.

Hingga saat ini, belum diketahui ke mana Haris pergi. Selaku calon wali kota, Dhimam akhirnya juga turun dari lantai dua beberapa saat kemudian. Dia menolak berkomentar soal kepergian pasangannya itu secara tiba-tiba (baca juga: Lima Menit Jelang Penutupan, Penantang Risma-Wisnu Daftar ke KPU).

"Saya akan mencari Pak Haris sampai ketemu karena waktu pendaftaran sangat mepet," katanya. 

Menurut anggota KPU Surabaya, Purnomo Satriyo Pringgodigdo, jika calon wakil wali kota tidak menandatangani surat kesediaan dicalonkan bersama calon wali kota dan pimpinan partai pengusung, maka pendaftaran pasangan Dhimam-Haris dianggap tidak sah.

"Ini syarat mutlak yang harus ada selain rekomendasi dari kedua partai pengusung," katanya.

Dhimam-Haris mendaftar dengan bermodalkan 10 kursi parlemen. Partai Demokrat dengan 6 kursi, dan PAN dengan 4 kursi. Kedua partai ini semula bergabung dalam koalisi Majapahit bersama PKB, Partai Golkar, PKS, dan Partai Golkar.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X