Wagub Menangis Saat Berdoa untuk Gubernur yang Dituduh Korupsi

Kompas.com - 03/08/2015, 14:08 WIB
Ratusan PNS Pemrov Bengkulu menggelar apel pagi dipimpin Wagub Sultan B. Nadjamudin Firmansyah/kompas.comRatusan PNS Pemrov Bengkulu menggelar apel pagi dipimpin Wagub Sultan B. Nadjamudin
|
EditorGlori K. Wadrianto
BENGKULU, KOMPAS.com — Suara Wakil Gubernur Bengkulu Sultan B Nadjamudin terdengar bergetar saat melafalkan doa untuk Gubernur Bengkulu Juanaidi Hamsyah yang tengah terbelit kasus dugaan korupsi di RSUD M Yunus.

Doa bersama itu dilaksanakan saat apel pagi di kompleks Pemerintah Provinsi Bengkulu yang dihadiri ratusan PNS setempat, Senin (3/7/2015). Awalnya, Wagub memberikan arahan kepada para pegawai negeri sipil (PNS) terkait kinerja. Kesempatan itu lalu dilanjutkan dengan pemberian imbauan agar PNS tak membiarkan Gubernur sendirian dalam menghadapi cobaan. Hal itu terkait dengan keputusan Bareskrim Polri untuk menetapkan Gubernur sebagai tersangka.

"Semua kita yang ada di sini merasa bersedih, pemimpin kita, Gubernur kita, sedang mendapatkan ujian. Jangan tinggalkan dia sendirian, termasuk keluarganya. Lakukan apa yang bisa kita lakukan," kata Sultan.

Sultan juga menyinggung, awalnya dia ingin maju kembali berpasangan dengan Junaidi Hamsyah dalam pilkada mendatang. Namun, hal tersebut tak bisa dilakukan. "Kami ingin berpasangan kembali. Namun sayang, kenyataannya, hal itu tak dapat dilakukan," lanjut Sultan.

Selain berpamitan untuk mencalonkan diri menjadi gubernur, Sultan juga meminta restu dari para PNS di Pemprov Bengkulu.

Apel pagi tersebut lalu diakhiri dengan doa yang langsung dipimpin oleh Wagub. Dalam doanya, dia mendoakan agar Gubernur Junaidi Hamsyah kuat dalam menghadapi cobaan. Di tengah doa, suara Wagub terbata-bata dan diselingi dengan suara terisak. Sultan sempat terlihat menyeka mata saat mengakhiri doa tersebut.

Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah, pagi ini.

Junaidi menjadi tersangka atas dugaan korupsi pembayaran honor Tim Pembina RSUD M Junus, Bengkulu, sebesar Rp 5,6 miliar pada 2011. Perkara ini muncul saat penerbitan SK Gubernur Nomor Z 17 XXXVIII Tahun 2011 tentang Tim Pembina Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah dr M Yunus (RSMY). Akibat SK itu, negara diperkirakan merugi sebesar Rp 5,4 miliar. Sebab, SK itu dinilai bertentangan dengan Permendagri Nomor 61 Tahun 2007 mengenai Dewan Pengawas.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.