Kompas.com - 02/08/2015, 15:11 WIB
Satu dari 3 bayi orangutan yang berhasil diselamatkan oleh Tim BKSDA Aceh dan Polda Aceh serta Lembaga COP dan OIC dari prkatik perdagangan ilegal hewan dilindungi. Ketiga orangutan dan beberapa jenis satwa dilindungi lainnya diselamatkan pada Sabtu (1/8/2015), saat akan dijual ke Medan Sumatera Utara.*****K12-11 K12-11Satu dari 3 bayi orangutan yang berhasil diselamatkan oleh Tim BKSDA Aceh dan Polda Aceh serta Lembaga COP dan OIC dari prkatik perdagangan ilegal hewan dilindungi. Ketiga orangutan dan beberapa jenis satwa dilindungi lainnya diselamatkan pada Sabtu (1/8/2015), saat akan dijual ke Medan Sumatera Utara.*****K12-11
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDA ACEH, KOMPAS.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyelamatkan tiga bayi orangutan yang akan dijual dalam perdagangan gelap internasional.

Tiga bayi orangutan berjenis kelamin jantan ini diselamatkan bersama beberapa hewan dilindungi lainnya seperti dua ekor Elang Bondil, satu ekor Kuau Raja dan satu awetan Macan Dahan.

Hewan-hewan dilindungi ini disita dari tangan seorang pedagang satwa liar di Kawasan Desa Pondok Kemuning Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh.

Kepala BKSDA Aceh, Genman Sefti Hasibuan, mengatakan penggagalan dan penangkapan tersangka penjual hewan dilindungi ini merupakan kerjasama tim Polda Aceh, Orangutan Information Centre (OIC) dari Medan-Sumatra Utara dan Centre for Orangutan Protction (COP).

“Ini penangkapan terbesar pertama di Aceh, di mana pedagangnya brhasil ditangkap bersama hewan-hewan dilindungi yang akan dijual. Perjalanan perdagangannya ini berawal dari hewan yang ditangkap masyarakat, kemudian dibeli oleh si pedagang dan kemudian akan masuk pasar nasional dan internasional, biasanya bisa dari Medan langsung keluar negeri seperti Malaysia,” kata Genman, Minggu (2/8/2015) saat memberi keterangan di Markas Polda Aceh.

Uniknya, sebut Genman, para pedagang hewan dilindungi ini menjual satwa-satwa ini secara online melalui laman Facebook dengan akun Habitat Aceh. Sementara itu, kepolisian daerah Aceh sudah menahan pelaku perdagangan hewan-hewan dilindungi tersebut.

Senada dengan hal itu, Kasubdit Tipidter Polda Aceh, AKBP Mirwazi mengatakan Polisi sudah menahan seorang pemuda berinisial RH (28). Pemuda yang berstatus mahsiswa di Langsa ini ditangkap oleh tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Polda Aceh saat hendak menyeludupkan satwa dilindungi.

Bersama tersangka disita beberapa satwa di rumah tersangka. “Informasi ini berawal dari laporan masyarakat, pihak penyidik BKSDA, Reskrimsus Polda Aceh beserta lembaga Orangutan Information Center (OIC) langsung menuju ke lokasi. Saat berada di TKP, tim gabungan langsung mengamankan tersangka, Sabtu (1/8) sekitar pukul 10.00 WIB,” kata Mirwazi.  



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X