Menpan-RB: Ada 2.000 Orang Jadi Korban Penipuan CPNS di Jabar

Kompas.com - 31/07/2015, 09:03 WIB
Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi. KOMPAS.com/Sabrina AsrilMenteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi.
EditorCaroline Damanik

KOMPAS.com
- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi, menginstruksikan Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Moechgiyarto untuk mengusut tuntas kasus penipuan CPNS yang dialami ribuan tenaga honorer kategori dua di sejumlah daerah di wilayah tersebut.

"Saya sudah menghubungi Kapolda Jawa Barat untuk menginstruksikan seluruh jajaran Polsek mengusut tuntas para operator lapangan yang mengkoordinir calon korban, dan ungkap siapa otak pelaku di belakangnya, prioritas utama para pelaku koordinator harus mengembalikan uang yang ditipunya," kata Yuddy dalam kunjungannya di Kebun Raya Bogor, Kamis (30/7/2015).

Dia mengatakan, kasus yang terjadi di wilayah Jawa Barat adalah tindak pidana kejahatan penipuan, yang telah merugikan dan melukai hati masyarakat yang telah ditipunya. Banyak korban yang mengalami kerugian puluhan bahkan sampai ratusan juta.

"Coba bayangkan korbannya ada 2.000 orang, misalnya satu orang menyerahkan Rp 50 juta, dikali seribu saja. Bisa Rp 50 miliar penipu itu mendapatkan uang," kata Yuddy.

Dia menegaskan, bahwa Kemenpan-RB yang bertangung jawab dalam pengadaan CPNS telah memoratorium pegawai, dan belum ada mengangkat satupun orang pegawai di tahun 2015 ini.

"Kita sudah memoratorium tahun ini tidak ada pengangkatan pegawai, kecuali untuk guru, kesehatan dan penegakan hukum. Tapi ini dilakukan secara selektif, hanya penjabat pembina pegawai setingkat Gubernur, Wali Kota, Bupati yang boleh mengajukan pengangkatan, dan ada disposisi dari Menpan-RB," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Yuddy, jika ada yang mengiming-imingi ada penerimaan CPNS dan pengangkatan, hal tersebut merupakan kebohongan besar. Karena tidak ada rekruitmen pegawai tahun ini, apalagi ada syarat pembayaran.

"Ini adalah bentuk penyimpangan, masyarakat jangan tertipu," katanya.

Yuddy juga menegaskan, bagi oknum atau pegawai yang terlibat dalam kasus penipuan CPNS tersebut akan diberhentikan secara tidak hormat jika terbukti melakukan penipuan.

Untuk antisipasi ke depan, lanjutnya, perlu dilakukan sosialisasi yang masif oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan juga unsur kepolisian terkait informasi penerimaan CPNS, mengingat tidak semua masyarakat mengakses media informasi, sehingga mudah menjadi korban penipuan.

"Apalagi masyarakat kita terlalu berorientasi menjadi CPNS, semangat untuk menjadi wirausahawan masih rendah. Dan lapangan pekerjaan untuk sektor usaha lain juga kecil. Ini harus terus disosialisasikan," kata Yuddy.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X