Kompas.com - 29/07/2015, 15:26 WIB
Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho tiba di kantor KPK, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2015). Gatot dan iastrinya, Evy Susanti , diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan (PTUN). TRIBUNNEWS / HERUDINGubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho tiba di kantor KPK, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2015). Gatot dan iastrinya, Evy Susanti , diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan (PTUN).
Penulis Icha Rastika
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai, penetapan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho sebagai tersangka takkan menghambat pelaksanaan proyek infrastruktur di Sumut.

Setidaknya ada tujuh proyek infrastruktur di Sumut yang diresmikan Presiden Joko Widodo awal tahun ini. Ada pula proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Asahan III yang belum selesai sejak dimulai pada 2004.

"Oh enggak, pengguna anggaran kan ada wakil dan sekdanya," kata Tjahjo di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Rabu (29/7/2015).

Terkait percepatan penyerapan anggaran di daerah, pemerintah menyiapkan tiga produk hukum baru. Produk hukum itu berupa peraturan pemerintah, peraturan presiden, dan instruksi presiden yang diharapkan menghilangkan kekhawatiran kriminalisasi terhadap pejabat anggaran.

Peraturan pemerintah tentang administrasi pemerintahan akan mengatur soal pengelolaan administrasi oleh pejabat. Peraturan presiden akan mengatur percepatan perizinan dengan memberikan batas waktu pemberian izin. Jika izin tidak diberikan, maka dianggap sudah diberikan.

Terakhir, instruksi presiden bagi semua pejabat, mulai dari setingkat menteri hingga kepala daerah di kabupaten/kota, agar mereka mengambil inisiatif supaya program pembangunan bisa berjalan lebih cepat. (baca: PKS Tak Yakin Gatot Terlibat Suap Hakim PTUN)

Menurut Tjahjo, para pejabat daerah tidak perlu takut atau khawatir dijerat KPK jika mengambil kebijakan dengan mengikuti mekanisme yang diatur undang-undang.

"Kalau memang mengikuti mekanisme dengan baik kenapa takut? Payung hukum kita siapkan menyangkut pembangunan startegis nasional. Saya kira nggak ada alasan takut," ujar Tjahjo.

Terkait penetapan Gatot sebagai tersangka, Tjahjo mengaku prihatin. Kendati demikian, ia meminta Gatot untuk kooperatif dengan KPK dalam menjalani proses hukumnya. Mendagri juga menyampaikan bahwa Gatot baru akan dinonaktifkan atau diberhentikan sementara jika kasus yang menjeratnya sudah masuk dalam persidangan.

"Begitu masuk persidangan, Mendagri akan memberhentikan sementara untuk konsentrasi ke persidangan," kata Tjahjo. (baca: Gatot Pujo Dinonaktifkan sebagai Gubernur Sumut Setelah Jadi Terdakwa)

KPK menetapkan Gatot beserta istrinya, Evi Susanti sebagai tersangka pemberi suap kepada majelis hakim dan panitera PTUN Medan. Penetapan keduanya sebagai tersangka merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada 9 Juli lalu.

Keduanya disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b dan atau Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi joncto Pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 KUHPidana.

Pasal tersebut mengatur tentang memberi atau menjanjikan sesuatu kepada hakim dengan maksud untuk memengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling kecil Rp 150 juta dan paling banyak Rp 750 juta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X