Makan Rumput Terpapar Abu Vulkanik Gunung Raung, Ternak Sakit

Kompas.com - 29/07/2015, 10:28 WIB
Hewan ternak dengan latar belakang letusan Gunung Raung di Bondowoso, Jawa Timur, 12 Juli 2015. Abu letusan dari Gunung Raung telah mengakibatkan sejumlah bandara lokal ditutup. AFP PHOTO / WIDARSHAHewan ternak dengan latar belakang letusan Gunung Raung di Bondowoso, Jawa Timur, 12 Juli 2015. Abu letusan dari Gunung Raung telah mengakibatkan sejumlah bandara lokal ditutup.
EditorCaroline Damanik

KOMPAS.com
- Sejumlah ternak di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menderita sakit akibat rumput yang dimakan hewan ternak tersebut terpapar abu vulkanik dari Gunung Raung (3.332 mdpl).

"Ada empat sapi jatuh sakit selama dua pekan terakhir dan keempat ekor sapi itu ambruk setelah makan rumput yang terpapar abu vulkanis," kata Jumantoro, warga Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Selasa (28/7/2015).

Menurut dia, abu vulkanis yang menempel di rumput dan dedaunan tanpa sengaja dimakan oleh sapi milik warga di Desa Candijati sehingga beberapa sapi tiba-tiba lemas dan ambruk.

"Peternak di desa tidak menggunakan konsentrat sebagai pakan ternak sehingga pakan satu-satunya rumput dan dedaunan yang berada di sekitar rumah warga," tuturnya.

Sapi dalam kondisi sakit tersebut terpaksa dijual pemiliknya dengan harga yang murah seperti sapi jenis limosin yang seharusnya dijual dengan harga Rp10 juta. Namun, binatang itu terpaksa dijual seharga Rp3,5 juta karena sakit.

"Kami berharap letusan Gunung Raung yang menyemburkan abu vulkanis segera mereda sehingga tidak mengganggu aktivitas peternakan dan pertanian," ucap Jumantoro yang juga Ketua Himpunan Kontak Tani Indonesia (HKTI) Jember itu.

Selain peternakan, abu vulkanis Gunung Raung juga mengganggu aktivitas pertanian, terutama tanaman hortikultura di Jember.

"Kami sedang melakukan pendataan terhadap luasan lahan pertanian yang terdampak abu vulkanis dan tingkat kerusakan tanaman akibat abu vulkanis tersebut," kata Kepala Dinas Pertanian Jember Hari Wijayadi.

Sementara itu, laporan aktivitas Gunung Raung pada tanggal 28 Juli 2015 pukul 12.00--18.00 WIB tercatat secara visual cuaca terang, angin tenang, suhu udara 21 derajat Celsius, asap kelabu sedang tekanan lemah, tinggi 300 meter condong ke barat laut (Jember dan sekitarnya).

Secara seismik tercatat tremor vulkanik menerus dengan amplitudo 5-32 milimeter. Namun, amplitudo dominan 28 milimeter sehingga kesimpulan masih terjadi erupsi menerus dan status Gunung Raung tetap siaga.Menurut dia, perbedaan politik dalam keluarga adalah hal wajar, sepanjang tali silaturahim tetap berjalin baik dan saling menghargai pendapat serta posisi masing-masing.

Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Regional
Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Regional
Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Regional
Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Regional
Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

Regional
Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Regional
4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Regional
Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Regional
BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

Regional
KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

Regional
IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

Regional
Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X