Kompas.com - 28/07/2015, 21:12 WIB
Salah satu penumpang Kalstar yang batal diberangkatkan menunjukkan tiket miliknya di salah satu hotel di Pontianak, Kalimantan Barat (28/7/2015) Kompas.com/Yohanes Kurnia IrawanSalah satu penumpang Kalstar yang batal diberangkatkan menunjukkan tiket miliknya di salah satu hotel di Pontianak, Kalimantan Barat (28/7/2015)
PONTIANAK, KOMPAS.com - Pesawat Kalstar dengan nomor penerbangan KD670 tujuan Pontianak - Surabaya dikabarkan batal berangkat, Selasa (28/7/2015). Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesawat tersebut terjadwal berangkat dari Bandara Supadio Pontianak pukul 07.10, namun hingga malam ini pesawat tersebut tak kunjung diberangkatkan.

Abdullah, salah satu penumpang mengatakan, hingga saat ini belum ada informasi apapun tentang kapan pesawat akan diberangkatkan. Isu yang beredar pun masih simpang siur terkait jadwal keberangkatan.

"Ada yang bilang jam 8 malam ini akan diberangkatkan, tapi sampai sekarang belum ada kabar. Kita hanya dikasih tahu ada masalah teknis, tapi belum jelas masalahnya apa," kata Abdullah saat ditemui Kompas.com di salah satu hotel di Pontianak, Selasa (28/7) malam.

Dari penuturan Abdullah, sempat terjadi sedikit keributan kecil di ruang tunggu bandara. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Pihak maskapai pun, menurut dia, sudah memberikan uang kompensasi senilai Rp 300.000 akibat pembatalan yang berujung kegagalan keberangkatan pesawat.

"Tadi dari pihak maskapai sudah membayarkan secara tunai uang kompensasi sebesar Rp 300.000 kepada setiap penumpang," kata Abdullah.

Zubaidah, penumpang lainnya, menuturkan hal yang sama. Selama berada di dalam ruang tunggu bandara, penumpang mendapat jatah makan sebanyak 2 kali. Penumpang akhirnya diangkut menggunakan bus menuju salah satu hotel di Pontianak.

"Tadi jam 5 kami diangkut pakai bus ke hotel, katanya ditanggung Kalstar," ujar Zubaidah.

Sementara itu, satu penumpang lain yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat kesal dan kecewa dengan pihak maskapai. Menurut dia, pihak Kalstar tidak memberikan kepastian kapan pesawat akan berangkat. Hal itu jelas membuat para penumpang tak sempat untuk mengalihkan penerbangan melalui maskapai lain.

“Seharusnya kalau selama ini delay-nya, kami kan bisa beralih ke maskapai yang lain. Jangan mempermainkan penumpang seperti ini lah, saya rugi besar, terutama waktu,” katanya.

Awalnya pihak Kalstar memberitahukan apabila penerbangan ke Surabaya mengalami keterlambatan. Alasannya ada gangguan teknis pada pesawat sehingga harus mendapatkan penanganan khusus dan menunggu suku cadang dari Jakarta.

Dikonfirmasi via telepon, Station Manager Kalstar Aviation Pontianak, Suryadi membenarkan terjadinya pembatalan keberangkatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa memang ada gangguan teknis pada pesawat sehingga batal diberangkatkan.

"Ada gangguan teknis pada sistem komputer pesawat," kata Suryadi via sambungan telepon.

Menurut Suryadi, rencananya penumpang akan diberangkatkan pada Rabu (29/7/2015) pukul 07.00 sesuai dengan jam keberangkatan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X