Usung Eks Terpidana Korupsi di Pilkada Semarang, PKB Yakin Tak Ada Masalah

Kompas.com - 28/07/2015, 15:40 WIB
Mantan Wali Kota Semarang tahun 2010-2012, Soemarmo HS usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Semarang, (28/1/2015) malam. Kompas.com/Nazar NurdinMantan Wali Kota Semarang tahun 2010-2012, Soemarmo HS usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Semarang, (28/1/2015) malam.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Kebangkitan Bangsa menjadi salah satu pengusung Soemarmo Hadi Saputro sebagai calon Wali Kota Semarang. Meski pernah divonis bersalah dalam kasus korupsi, namun Sekjen PKB Abdul Kadir Karding menegaskan saat ini status Soemarmo sudah bersih. Sebab, Soemarmo menang di Mahkamah Agung saat proses hukum luar biasa Peninjauan Kembali (PK).

"Seingat saya putusan itu bebas. Secara hukum tidak ada masalah lagi," kata Karding saat dihubungi, Selasa (28/7/2015).

Karding juga meyakini, status mantan terpidana yang disandang oleh Soemarmo tak akan membuat citranya buruk di kalangan masyarakat Semarang. Sebelum memutuskan untuk mengusung Soemarmo, kata dia, DPD PKB Semarang sudah mengukur elektabilitasnya terlebih dahulu. Setelah didapati bahwa elektabilitasnya tinggi, akhirnya, PKB dan Partai Keadilan Sejahtera memutuskan untuk mengusung Soemarmo bersama Zubair Safawi.

"Masih bagus (elektabilitasnya), berdasarkan laporan dari teman daerah," ucap Karding.

Karding pun meyakini, Somarmo-Zubair bisa bersaing dengan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Semarang lainnya. "Kita memecah kebuntuan karena di Semarang ini teman-teman PDI-P mendominasi, baik walikota ataupun wakilnya. Jadi didorong supaya ada kompetisi," ucapnya.

Setelah mendaftar sebagai Wali Kota Semarang, Minggu (26/7/2015) kemarin, Soemarmo mengakui pernah menjadi narapidana KPK. Bahkan, sebelum mendaftarkan diri, dia mengaku sudah memberitahukan pada masyarakat Kota Semarang pernah tersangkut kasus hukum.

"Saya sudah sampaikan, sebelum mendaftar kepada masyarakat bahwa amar putusan saya itu saksi. Di masyarakat, secara terbuka bahwa saya mantan narapidana, tapi dalam hal ini saya berjuang untuk anak buah dan berjuang untuk Kota Semarang," ucapnya. (baca: Mantan Terpidana Korupsi Daftar Jadi Calon Wali Kota Semarang)

Bahkan, dalam perjuangan kasus hukumnya melawan KPK, dia mengaku memenangkan dalam statusnya di Mahkamah Agung saat proses hukum luar biasa Peninjauan Kembali (PK). Dengan dasar itulah, dia yakin pilihannya untuk mendaftar akan direstui oleh masyarakat.

"Saya bersama PKB dan PKS, tim dan relawan akan berjuang. Ini bukan untuk saya pribadi dan partai, tapi untuk masyarakat Kota Semarang," ujar Somemarmo.

Soemarmo pernah jadi Wali Kota tahun 2010-2012. Soemarmo tidak penuh menjalani jabatannya karena pernah tersandung kasus suap RAPBD Kota Semarang yang disidik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat itu, dia dihukum penjara 2,5 tahun, dan kini telah selesai menjalani masa pemidanaan pada September 2014 lalu.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X