Kompas.com - 27/07/2015, 13:46 WIB
Hasoloan Sianturi mengangkat tangan dihadapan massa Ormas agar tenang. KOMPAS.com/SRI LESTARIHasoloan Sianturi mengangkat tangan dihadapan massa Ormas agar tenang.
|
EditorGlori K. Wadrianto
DENPASAR, KOMPAS.com - Unjuk rasa anggota organisasi massa Laskar Bali yang berorasi dengan menggunakan pengeras suara di depan ruang sidang Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Senin (27/7/2015) dirasa mengganggu.

Massa Laskar Bali adalah pendukung Kepolisian Daerah Bali yang menjadi termohon dalam gugatan praperadilan yang dilayangkan oleh tersangka kasus pembunuhan tersebut bocah Engeline, Margriet Megawe.

Sejak pagi, saat sidang belum dimulai, mereka telah memadati areal di depan PN Denpasar. Beberapa saat kemudian, saat sidang dimulai, mereka bisa masuk ke dalam areal pengadilan dan melakukan orasi. Intinya, mereka meminta hakim untuk bersikap netral dengan tidak mengabulkan gugatan praperadilan tersebut.

Humas PN Denpasar Hasoloan Sianturi yang ditemui usai sidang mengaku akan melakukan langkah evaluasi menyusul insiden tersebut. "Kita berusaha menjaga persidangan nantinya supaya tertib untuk kepentingan semua pihak. Kita tetap akan evaluasi dan akan berkoordinasi dengan pihak keamanan," kata Hasoloan.

Hasoloan mengaku, para pendemo memang tidak melakukan aksi anarkistis, namun suara orasi dengan pengeras suara dirasa mengganggu. "Ya memang aksinya dengan ruang sidang sangat dekat. Ya, tentu dengan suara seperti itu bisa membuat ruangan persidangan yang berlangsung dengan hikmat, terganggu. Sedikit terganggu, tapi belum ada keluhan dari hakim yang bersidang. Tapi tetap kita antisipasi," kata dia.

Sidang itu dipimpin hakim tunggal Achmad Peten Sili, berlangsung mulai pukul 10.00 Wita dengan agenda tanggapan pihak termohon (Polda Bali) atas gugatan praperadilan Margriet.

Margriet menolak dijadikan tersangka dalam kasus pembunuhan putri angkatnya, Engeline, yang jasadnya dikubur di pekarangan rumah dia di Jalan Sedap Malam, Denpasar. Sidang akan dilanjutkan besok dengan menghadirkan ahli hukum dari kedua belah pihak.

 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X