Kompas.com - 20/07/2015, 15:00 WIB
Pengunjung membeli makanan kecil yang dijajakan ibu-ibu pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di pasar Ramadhan di alun-alun Kota Madiun, Jawa Timur, Senin (29/6). Kegiatan yang digelar di selatan alun-alun Kota Madiun ini merupakan salah satu sarana promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah. KOMPAS/RUNIK SRI ASTUTIPengunjung membeli makanan kecil yang dijajakan ibu-ibu pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di pasar Ramadhan di alun-alun Kota Madiun, Jawa Timur, Senin (29/6). Kegiatan yang digelar di selatan alun-alun Kota Madiun ini merupakan salah satu sarana promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah.
EditorTri Wahono

Oleh Runik Sri Astuti

Dengan luas wilayah hanya 33,23 kilometer persegi, Kota Madiun, Jawa Timur, minim sumber daya alam. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara merata. Sektor jasa dan perdagangan pun dipilih sebagai tuas pemutar roda ekonomi untuk menerobos jalan menuju kesejahteraan dan memanusiawikan warga.

Sudarni (35) berjalan mendorong gerobak dagangan di selatan alun-alun Kota Madiun, Selasa (30/6) sore. Setelah mengerahkan seluruh daya dan upaya, akhirnya gerobak berukuran 50 sentimeter x 1 meter itu terangkat ke atas trotoar pemisah antara jalan dan alun-alun.

Bergegas dia membongkar isi gerobak dan memasang terpal pelindung. Tangannya cekatan menata dagangan berupa batagor dan siomai khas Bandung. Tak terasa, waktu bergulir cepat hingga beduk maghrib hampir berkumandang. Sejumlah pelanggan pun mulai berdatangan menghampiri.

"Dengan jualan di sini, saya bisa mencukupi kebutuhan harian keluarga. Dengan hanya berbekal ijazah sekolah menengah pertama, sulit untuk mendapat pekerjaan yang layak," ujar ibu dua anak yang berpenghasilan kotor Rp 150.000-Rp 200.000 per hari ini.

Di belakang gerobak jualan Sudarni, sekelompok remaja usia belasan tahun duduk di atas terpal plastik yang terbentang di hamparan rumput di alun-alun. Tempat anak-anak muda berceloteh ria memadu canda dan tawa itu hanya tersekat oleh pagar besi. Pagar itu sekaligus menjadi pemisah dengan trotoar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alun-alun Kota Madiun adalah etalase yang menampilkan wajah kota yang dibelah oleh Sungai Bengawan Madiun. Di tempat inilah, aneka kegiatan masyarakat berpusat, termasuk kegiatan bisnis yang dilakukan pedagang kaki lima. Mereka menjajakan aneka makanan olahan, seperti pisang goreng, nasi bungkus, soto, rawon, pecel, juga mainan anak-anak hingga VCD.

Kadang kala, alun-alun menjadi ruang pamer aneka produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), mulai dari sambal pecel, konfeksi, hingga kerajinan tangan seperti tudung saji, hiasan tutup gelas, dan stoples kue. Apabila beruntung, pengunjung juga bisa mendapatkan produk batik khas Madiun.

Selain aktivitas ekonomi, alun-alun juga menjadi pusat interaksi warga dalam membangun relasi sosial dengan sesama. Sejumlah fasilitas, seperti ruang terbuka hijau, tempat bermain anak-anak, dan tempat pertunjukan berkapasitas terbatas menjadi ajang interaksi warga yang berbeda latar belakang ekonomi, pendidikan, dan budaya.

Kendati tidak serapi dan secantik Taman Bungkul di Surabaya, Wali Kota Madiun Bambang Irianto tak merasa risi dengan kondisi alun-alun yang semrawut. Alasannya, pemerintah tak tega mengusir pedagang kaki lima karena mereka telah menghidupkan denyut ekonomi kelas menengah bawah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.