Video GBPH Prabukusumo Dikukuhkan sebagai Sultan HB XI

Kompas.com - 13/07/2015, 05:50 WIB
Gusti Bendara Pangeran Haryo Prabukusumo menyebar uang logam untuk diperebutkan oleh warga serta Abdi Dalem dalam tradisi Nyebar Udik-udik di  Bangsal Ponconiti Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Kamis (17/1/2013) malam. Tradisi tersebut dimaksudkan sebagai simbol pemberian sedekah dari Raja Keraton Yogyakarta kepada rakyatnya.  

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOGusti Bendara Pangeran Haryo Prabukusumo menyebar uang logam untuk diperebutkan oleh warga serta Abdi Dalem dalam tradisi Nyebar Udik-udik di Bangsal Ponconiti Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Kamis (17/1/2013) malam. Tradisi tersebut dimaksudkan sebagai simbol pemberian sedekah dari Raja Keraton Yogyakarta kepada rakyatnya.
EditorBayu Galih

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Polemik yang terjadi di internal Keraton Yogyakarta pasca-munculnya sabdaraja menimbulkan berbagai reaksi di kalangan masyarakat. Di antaranya bahkan mengambil tindakan yang mengejutkan.

Sebuah kelompok warga, yang mengatasnamakan Paguyuban Trah Ki Ageng Giring-Ki Ageng Pemanahan, menggelar acara pengukuhan Gusti Bendara Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo, yang tak lain adik dari Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menjadi Sri Sultan HB XI.

Pengukuhan yang dilaksanakan di petilasan Keraton Ambarketawang itu diikuti oleh sekitar delapan orang.

"Bahwa pengukuhan Sri Sultan Hamengku Buwono XI dilakukan untuk mengisi keadaan komplang (kekosongan kekuasaan) atas tahta Kasultanan Ngayogyakarto," ucap koordinator aksi, Satrio Djojonegoro, Minggu (12/7/2015).

Menurut Satrio, kekosongan kekuasaan tersebut diakibatkan adanya sabdaraja yang dikeluarkan pada 30 April lalu.

Sabdaraja yang dikeluarkan dengan perihal merubah nama dan gelar Sultan yang berkuasa dari Hamengku Buwono menjadi Hamengku Bawono itu tidak sesuai dengan budaya, paugeran, dan adat istiadat yang berlaku.

GBPH Prabukusumo yang dikukuhkan tidak hadir dalam acara tersebut.

Meski begitu, perwakilan paguyuban akan menyerahkan surat pengukuhan tersebut kepada yang bersangkutan. Seperti apa upacara itu berlangsung? Lihat dalam video di bawah ini (Angga Purnama)


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X