Modus Pencabulan 5 Remaja Putri oleh Pengusaha Ini Mirip Bisnis MLM

Kompas.com - 10/07/2015, 21:25 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
EditorFarid Assifa
KEDIRI, KOMPAS.com - Warga Kediri tengah dikejutkan oleh kasus pencabulan yang dilaporkan sejumlah remaja putri ke kepolisian.

Setidaknya, ada lima remaja melapor telah disetubuhi oleh seorang pengusaha terkenal di Kediri, yang dikenal dengan nama Koko. [Baca juga: Sudah Lima Gadis di Bawah Umur Melapor Disetubuhi Pria yang Sama]

Lima anak remaja yang menjadi korban pencabulan Koko, bos aspal dan kontraktor terkemuka Kediri, itu selalu diminta menelan pil sebelum diajak bersetubuh.

Namun sejauh ini masih belum jelas apakah pil yang diberikan untuk jenis obat perangsang atau pil untuk pencegah kehamilan.

Demikian keterangan yang disampaikan Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Wisnu Prasetyo.

"Dari hasil pemeriksaan saksi korban memang korbannya selalu diberi pil sebelum disetubuhi pelaku," ungkap Wisnu, Rabu (8/7/2015).

Kasus persetubuhan yang melibatkan pelaku Koko dengan korban anak-anak remaja ini juga mengandung unsur trafficking. Skema kasusnya mirip bisnis multilevel marketing. Semula hanya satu korban remaja yang dicabuli Koko. Kemudian korban pertama ini mengajak rekannya yang lain sesama remaja putri untuk kemudian dicabuli pelaku secara bergiliran di Hotel BD. Demikian seterusnya korban yang melapor ada 5 anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Semua korban usai dicabuli kemudian diberi uang oleh pelaku. Uang yang diberikan jumlahnya bervariasi mulai kisaran Rp 400.000 sampai Rp 700.000 sekali main.

Hingga Rabu (8/7/2015), korban pencabulan Koko bertambah dua lagi. Sehingga total korban pencabulan bertambah menjadi 5 anak remaja perempuan yang semuanya masih di bawah umur.

"Usia korban yang melapor kebanyakan dibawah 17 tahun, usia termuda 13 tahun masih pelajar SMP," tambahnya.

Seluruh korban pencabulan setelah dimintai keterangan telah dimintakan visum medis. Meski begitu, warga mempertanyakan keseriusan polisi menyelesaikan kasus ini.

Hingga kini, Koko yang pengusaha kaya raya itu, belum dijadikan tersangka.

AKP Wisnu berdalih, jika keterangan saksi-saksi yang dibutuhkan usai, barulah petugas penyidik bakal memanggil terlapor Koko.

Sejauh ini Koko masih belum dimintai keterangan petugas terkait laporan kasus pencabulan. "Kami masih belum tentukan tersangkanya," tambahnya.

Sewaktu ditanya apakah tidak khawatir pelaku bakal kabur keluar negeri ? Kasat Reskrim AKP Wisnu menepisnya. Namun jika pelaku kabur, petugas bakal melakukan tindakan hukum.

Tersangka kasus pencabulan ini bakal dijerat dengan pasal 81 dan 82 UU no 23 th 2002 yang diperbaharui UU 35 th 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartispasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartispasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.