Ridwan Kamil: Siswa dengan SKTM Bodong Jangan Sekolah di Negeri

Kompas.com - 09/07/2015, 16:51 WIB
Wali kota Bandung Ridwan Kamil KOMPAS.com/Rio KuswandiWali kota Bandung Ridwan Kamil
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta sekolah-sekolah swasta di Kota Bandung tidak mengkhawatirkan penambahan kuota siswa SMP-SMA negeri. Pasalnya, ke depan, jumlah siswa sekolah negeri dan swasta akan proporsional.

"Sudah disosialisasikan. Pada dasarnya semua akan proporsional setelah pendaftar yang menggunakan SKTM palsu ini terlaporkan," ujar pria yang kerap disapa Emil itu di Balai Kota Bandung, Kamis (9/7/2015).

Emil menjelaskan, kebijakan penambahan kuota hanya pintu emergency. Ketika si pengguna SKTM palsu ini terungkap, jumlah kuota di SMP-SMA negeri akan kembali ke kuota awal. Dan siswa yang menggunakan SKTM palsu akan menjadi siswa swasta.

"Siswa dengan SKTM palsu tidak bisa sekolah di negeri," ungkap Emil.

Mengenai sekolah negeri yang mengeluhkan dana untuk penambahan guru akibat penambahan kuota, Emil menyatakan tidak bisa bicara detail. Sebab, tiap sekolah memiliki masalah yang berbeda-beda.

"Saya sekarang tidak akan bicara terlalu teknis. Untuk masalah teknis silahkan tanya ke Pak Elih (Kadisdik Kota Bandung)," tuturnya.

Yang pasti, sambung Emil, dirinya mencoba mencari solusi yang adil. Yakni dengan menambah rombongan belajar (rombel) tapi dengan memperhatikan aspirasi sekolah swasta.

Berita sebelumnya, untuk meredam kisruh Penerimaan Peserta Didik (PPDB) SMP-SMA tahun ajaran 2015-2016, Pemerintah Kota Bandung menambah kuota hingga 2.247 siswa. Jumlah itu terdiri dari 1.480 kursi untuk siswa baru SMA, dan 767 kursi untuk siswa baru SMP.

Dengan penambahan kuota ini, Kota Bandung kembali menggunakan standar pelayanan minimal yakni 40 siswa per kelas, dari niat sebelumnya menggunakan standar nasional 36 siswa per kelas.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Regional
Empat Wilayah di Sumsel Bersiap 'New Normal', Palembang Tak Masuk

Empat Wilayah di Sumsel Bersiap "New Normal", Palembang Tak Masuk

Regional
Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Regional
Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Regional
Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Regional
Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Regional
3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

Regional
Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Regional
Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Regional
Halusinasi Kapolsek Berujung Pemecatan, Tabrak Rumah Warga hingga Tewaskan Balita

Halusinasi Kapolsek Berujung Pemecatan, Tabrak Rumah Warga hingga Tewaskan Balita

Regional
Khofifah: Siswa di Jatim Tetap Belajar di Rumah Meski Masuk Fase New Normal

Khofifah: Siswa di Jatim Tetap Belajar di Rumah Meski Masuk Fase New Normal

Regional
Pasutri di Sukabumi Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Anaknya

Pasutri di Sukabumi Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Anaknya

Regional
Pidato Risma di HUT Surabaya, Apresiasi Warganya yang Amalkan Pancasila Perangi Covid-19

Pidato Risma di HUT Surabaya, Apresiasi Warganya yang Amalkan Pancasila Perangi Covid-19

Regional
Pesan dan Permintaan Risma Saat HUT Surabaya ke-727, Tahun Terakhirnya Jadi Wali Kota

Pesan dan Permintaan Risma Saat HUT Surabaya ke-727, Tahun Terakhirnya Jadi Wali Kota

Regional
Karantina Pelaku Perjalanan, Kunci Sukses Pemda TTU Tekan Kasus Covid-19 Jadi Nol

Karantina Pelaku Perjalanan, Kunci Sukses Pemda TTU Tekan Kasus Covid-19 Jadi Nol

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X