Redam Kisruh PPDB, Kota Bandung Tambah Kuota 2.274 Kursi SMP-SMA

Kompas.com - 08/07/2015, 16:38 WIB
KOMPAS.com/Reni Susanti Puluhan orangtua kembali mendatangi Balai Kota Bandung menanyakan kepastian peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2015.

BANDUNG, KOMPAS.com - Untuk meredam kisruh Penerimaan Peserta Didik (PPDB) SMP-SMA tahun ajaran 2015-2016, Pemerintah Kota Bandung menambah kuota hingga 2.247 siswa. Jumlah itu terdiri dari 1.480 kursi untuk siswa baru SMA, dan 767 kursi untuk siswa baru SMP.

"Pada mulanya, kami ingin menggunakan standar nasional, satu kelas 36 siswa. Tapi sekarang kami kembalikan standar nasional ke standar pelayanan minimal, jadi 40 siswa per kelas," ujar Kepala Dinas pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana dalam konferensi pers, Rabu (8/7/2015).

Elih menjelaskan, kebijakan strategis ini diambil tadi malam setelah rapat dengan berbagai pihak termasuk Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Dalam pertemuan tersebut, pihaknya mengevaluasi gejolak yang terjadi akhir-akhir ini yang disebabkan salah persepsi antara dalam dan luar wilayah.

"Masyarakat dalam wilayah yang mendaftar di tahap dua merasa ternistakan. Karena sudah daftar di dalam wilayah tapi harus bersaing dengan luar wilayah, sehingga terlempar karena passing grade-nya lebih rendah," ucap Elih.

Oleh karena itu, pihaknya mengubah kebijakan dengan memprioritaskan warga dalam wilayah dengan passing grade di atas PPDB tahap pertama. Misalnya, jika seseorang mendapat NEM 30 lalu mendaftar ke pilihan satu di luar wilayah dan pilihan dua dalam wilayah (rayon). Di pilihan satu, passing grade-nya 32, dia tersingkir. Jika di pilihan dua passing grade-nya 28, maka otomatis siswa tersebut akan masuk. Sebelumnya, siswa tersebut bisa tersingkir akibat tersingkir dengan siswa luar wilayah.

Seperti kasus yang ada di SMAN 22 Bandung. Pada tahap pertama (pilihan 1), passing grade-nya sekitar 27, namun karena harus bersaing dengan siswa luar wilayah, maka passing grade melonjak menjadi 32.

"Kebijakan semalam, kita akan mendahulukan siswa yang dalam wilayah yang memenuhi syarat. Jadi yang kemarin tidak terakomodir tapi memenuhi syarat, kali ini akan terakomodir," tutupnya.



EditorCaroline Damanik

Terkini Lainnya

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Regional
Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Regional
Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Regional
Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

Regional
Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Regional
Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Regional
2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

Regional
Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Regional
Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Regional
Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Regional
WN, Tersangka Kasus Hoaks 'Server KPU Diatur' Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

WN, Tersangka Kasus Hoaks "Server KPU Diatur" Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

Regional
Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Regional

Close Ads X