Ridwan Kamil Ingin Stadion GBLA Dipakai di Piala Indonesia Satu

Kompas.com - 07/07/2015, 16:42 WIB
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, meresmikan Taman Alub-alun Ujungberung, Minggu (14/6/2015). KOMPAS.com/Putra Prima PerdanaWali Kota Bandung, Ridwan Kamil, meresmikan Taman Alub-alun Ujungberung, Minggu (14/6/2015).
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com – Persib Bandung menjadi salah satu klub yang ditunjuk untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen Piala Indonesia Satu, September mendatang. Selain Persib, sejumlah klub dikabarkan akan menjadi tuan rumah, di antaranya Arema Malang dan Bali United.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berharap, Persib kembali menjuarai Piala Indonesia Satu ini. Walaupun diakui Emil, -demikian dia biasa disapa, formasi yang ada sekarang berbeda dengan formasi November 2014 lalu.

“Tapi kalau bermain di rumah sendiri, ada emosi bobotoh. Insya Allah juara,” ucap Emil kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Selasa (7/7/2015).

Emil mengungkapkan, untuk lokasi pertandingan dia akan mengupayakan penggunaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Gedebage Kota Bandung. Apalagi berdasarkan hasil kajian empat tim ahli dari Puslitbang PU Bidang Bangunan, arsitek, ahli struktur Institut Teknologi Bandung (ITB), dan ahli struktur Universitas Padjadjaran (Unpad), GBLA dinyatakan aman dan tidak membahayakan.

Namun, karena saat ini Stadion GBLA tengah menjadi objek pemeriksaan oleh Bareskrim, maka Emil akan secepatnya menyampaikan hasil kajian tim ahli tersebut. Setelah hasil kajian tim ahli dipelajari, Emil akan mengajukan permohonan agar Stadion GBLA diperkenankan untuk digunakan dalam turnamen itu. 

“Kalau bisa, kita bersyukur. Tapi kalau masih dibutuhkan Bareskrim, kami akan menghormatinya dan tidak akan memaksakan,” imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, karena sudah dinyatakan aman, Stadion GBLA bisa digunakan untuk PON 2016. Selain itu, akses menuju stadion tersebut diperkirakan rampung sesuai rencana. Jumat ini, Pemkot Bandung akan melakukan groundbreaking interchange KM 149, akses utama ke Stadion GBLA.

Sedangkan, kasus korupsi pembangunan GBLA masih ditangani Bareskrim Polri. Dugaan korupsi ini bermula dari penurunan sebagian bangunan yang bervariasi antara 45-75 cm. Kondisi ini mengakibatkan keretakan. Ada dugaan hal itu terjadi karena penyimpangan dalam pembangunan. Ada dugaan penyimpangan pada tahap perencanaan sampai tahap penerimaan hasil pekerjaan yang diduga merugikan Negara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X