Kompas.com - 06/07/2015, 17:06 WIB
Puluhan warga Kota Bandung mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menyampaikan keluhannya tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) KOMPAS.com/Reni SusantiPuluhan warga Kota Bandung mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menyampaikan keluhannya tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com — Maraknya penggunaan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tidak diikuti oleh Gunawan (45). Padahal, penghasilan Gunawan hanya Rp 1,25 juta per bulan.

"Penghasilan saya cuma Rp 1,25 juta sebulan. Tapi, saya malu buat SKTM karena masih banyak orang yang lebih sengsara dari saya," ujar Gunawan di Balai Kota Bandung, Senin (6/7/2015).

Gunawan merupakan pekerja kebersihan lingkungan Kelurahan Dunguscariang, Kecamatan Andir. Meski penghasilannya pas-pasan, dia enggan menganggap dirinya miskin. Hal ini berbanding terbalik dengan sebagian orang kaya di Kota Bandung yang membuat surat miskin untuk memuluskan langkah anaknya masuk ke sekolah negeri.

Namun, ketika Gunawan berupaya mengikuti jalur akademik, nasib pendidikan anaknya yang akan masuk SMP, Siti Nursyahidah, belum jelas. Karena itulah, dia pun tergerak meminta keadilan untuk anaknya tersebut bersama puluhan orangtua yang bernasib serupa.

"Masih banyak orangtua murid kaya yang memasukkan anaknya lewat jalur non-akademik atau menggunakan SKTM. Saya harap yang punya SKTM palsu dan sudah masuk harus mundur. Saya minta kejujurannya saja," ujar Gunawan di Balai Kota Bandung, Senin.

Seperti diketahui, SKTM palsu ini terjadi ketika Wali Kota Bandung Ridwan Kamil membuka jalur kuota khusus PPDB 2015 SKTM. Jalur khusus ini dimanfaatkan sebagian orang kaya untuk memasukkan anaknya ke sekolah negeri.

"Banjirnya" SKTM ini membuat passing grade untuk jalur prestasi menjadi melonjak. Belum lagi, kata Gunawan, sistem rayonisasi di pilihan kedua yang kerap mengecoh siswa. Namun, dia masih menyimpan harapan anaknya bisa masuk negeri karena kepintarannya daripada masuk negeri dengan cara tidak jujur. (Baca juga: Penerimaan Peserta Didik Baru Kacau, Wali Kota Ridwan Kamil Didemo).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gunawan mengungkapkan, nilai ebta murni (NEM) anaknya 25,85 dengan nilai rata-rata 8,6 per mata pelajaran. Sang anak mendaftar ke SMPN 9 dan 41, sesuai dengan aturan rayonisasi yang diberlakukan pemerintah. Namun, meski mengikuti aturan, sampai sekarang kejelasan pendidikan anaknya masih belum jelas.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.