Kompas.com - 06/07/2015, 14:38 WIB
|
EditorCaroline Damanik

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi menahan Jhon Lau, satu dari 14 orang tersangka kasus Korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten TTU seniali Rp 47,5 miliar.

Penahanan tersebut dilakukan setelah sebelumnya kejaksaan menahan 11 orang tersangka lainnya yang sudah ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kefamenanu.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Frengky Radja, mengatakan penahanan terhadap tersangka Jhon Lau sekitar pukul 13.30 Wita beberapa saat lalu.

“Dia (Jhon Lau) datang untuk penuhi panggilan untuk diperiksa, setelah itu baru kita tahan. Alasan dilakukan penahanan yakni dikhawatirkan tersangka melarikan diri, mengulangi perbuatan dan menghilangkan barang bukti, sesuai dengan ketentuan pasal 21 ayat 1 KUHAP,” ungkap Frengky, Senin (6/7/2015).

Menurut Frengky, hingga saat ini, sudah 12 orang tersangka korupsi DAK bidang pendidikan yang ditahan dan masih dua orang lagi yang belum ditahan. Namun satu tersangka lainnya yakni Yosep Marsel Boli sudah ditahan sebelumnya karena terlibat kasus lainnya.

“Sementara itu, satu tersangka yang belum ditahan yaitu Direktur PT Wita Selaras, Danan Rudiyanto masih kita telusuri keberadaannya dan alamatnya di Jakarta,” kata Frengky.

Tersangka Jhon Lau tiba di Kantor Kejari Kefamenanu menggunakan mobil Fortuner dengan nomor polisi L 1770 AD dan didampingi oleh penasehat hukumnya Yokson Na'u dan dikawal oleh anggota Intel Korem (Sertu Nurlyanto).

John kemudian diperiksa oleh Jaksa Jackson Pandiangan hingga pukul 13.00 Wita selanjutnya tersangka menuju ruangan kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Frengky Radja untuk menandatangani berita acara penahanan dan mengenakan rompi tahanan Kejari Kefamenanu.

Tepat Pukul 13.30 Wita tersangka Jhon Lau lalu dibawa ke Rutan Kefamenanu menggunakan mobil tahanan Kejaksaan Negeri Kefamenanu untuk dilakukan penahanan.

Sebelumnya pada Senin (29/6/2015) sore, sembilan tersangka sudah menjalani penahanan yakni mantan Kepala Dinas PPO TTU, Vinsensius Saba (kini menjabat kepala BPD), Edmundus Fallo, (Ketua panitia pengadaan barang dan jasa dan saat ini menjabat Kabid Tendik Dinas PPO TTU), Serfinus Tefa, (Sekretaris panitia), Anthonius Kapitan, (anggota), Paulus Karpada, (anggota), Petrus Kendjam, (anggota), Yosef Tanu, (anggota), Gabriel Paseli (anggota) dan Jefry Totomone (kontraktor).

Penahanan pun berlanjut pada Kamis (2/7/2015) terhadap dua tersangka yang ditangkap di Jakarta yakni Adang Wahyu (Direktur CV Taaqua Nusantara) dan Ongky Syahrul Ramadhona (Direktur CV Osyara Dian Gemilang).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Regional
Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.