Dilanda Kekeringan, Warga Menyeberang Pulau Demi Mencari Air Bersih

Kompas.com - 03/07/2015, 02:06 WIB
|
EditorFidel Ali Permana


POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com
- Kekeringan yang melanda wilayah Polewali mandar Sulawesi barat sejak dua bulan terakhir menyebabkan warga Pulau Battoa terpaksa berjalan kaki beberapa kilometer sebelum menyeberang ke pulau atau desa tetangga menggunakan perahu demi mendapatkan pasokan air bersih meski hanya untuk minum dan memasak.

Keterbatasan air bersih menyebabkan warga yang tengah berpuasa ini kesulitan mencari air meskipun hanya untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci pakaian. Inilah rutinitas warga Pulau Battoa, Kecamatan Binuang Polrewali Mandar sejak dua bulan terakhir.

Kekeringan yang melanda sejak dua bulan terakhir menyebabkan warga Pulau Battoa terpaksa berburu air minum dan memasak ke seberang pulau atau desa tetangga yang memiliki air bersih yang cukup. Sebelum naik perahu ke pulau tetangga warga berjalan kaki hingga satu kilometer lebih ke dermaga. Meski lelah berpuasa warga tetap memaksakan diri untuk berburu air seperti ke Desa Tonyamang. Maklum sejak kemarau pasokan air sulit di dapatkan warga. Sumur-sumur warga juga kekeringan.

Baba, warga Pulau Battoa ini sengaja lebih siang berburu air ke seberang Desa Tonyamnang Rabu (1/7/2015) kemarin lantaran pagi hingga menjelang buka puasa biasanya banyak warga antre berburu air ke sumur warga di desa tetangga yang masih memiliki pasokan air.

Sebelum naik perahu ke pulau tetangga, Baba harus berjalan kaki lebih dari satu kilometer dari rumahnya ke dermaga tempat perahu warga ditambatkan. Berbekal beberapa jerigen berisi 50 liter, Baba berburu air ke desa Tonyamang agar keluarganya kelak mnejelang buka puasa bisa memasak nasi dan air panas untuk berbuka puasa.

Karena tak ada sumber air yang cukup wara Pulau Battoa terpaksa berburu air ke desa tetangga seperti Desa Tonyamang demi mendapatkan air bersih walau hanya untuk minum dan memasak.

Terbatasnya pasokan air bersih ke Pulau Battoa membuat banyak warga jarang mandi dan mencuci pakaian yang bersih. Pasalnya mereka tak bisa mendapatkan sumber air yang cukup sejak kemarau panjang melanda sebagai daerah di Polewali Mandar termasuk warga Pulau Battoa.

Warga berharap pemerintah kabupaten bisa mengupayakan bantuan pasokan air PDAM agar warga bisa hidup lebih nyaman dan lebih tentram karena pasokan airnya tercukupi.

Lebih dari 300 KK di pulau ini berharap pemerintah bisa segera mencari solusi untuk menbantu warga mengatasi masalah persediaan air bersih yang selalu jadi masalah terutama di saat musim kemarau seperti tahun ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.