Lantang Bersuara dalam Kasus Engeline, Siti Sapurah Minta Perlindungan LPSK

Kompas.com - 01/07/2015, 21:08 WIB
|
EditorHeru Margianto
DENPASAR, KOMPAS.com — Salah satu anggota Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar, Siti Sapurah, meminta perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Dia mengaku diancam karena upayanya membuka kasus mengenai Engeline (8), yang ditemukan tewas dan dikubur di pekarangan rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar.

"Sebenarnya, aku sudah lama meminta perlindungan sama LPSK. Sejak jenazah Engeline ditemukan, aku sudah mulai diancam," kata Siti Sapurah, atau biasa disapa Ipung, kepada Kompas.com di Denpasar, Bali, Rabu (1/7/2015).

Ia tidak menyebut siapa pihak yang mengancamnya. Ia juga tidak merinci ancaman yang diterimanya.

Hari ini, kata dia, empat anggota LPSK tiba di Bali. Mereka akan meminta keterangan sejumlah orang yang meminta perlindungan kepada LPSK. 

Selain Ipung, P2TP2A juga mengajukan enam saksi lainnya untuk dilindungi terkait kasus Engeline. 

Sejak Engeline dilaporkan hilang, Ipung terlihat lantang menyuarakan kasus ini. P2TP2A mendampingi keluarga kandung Engeline.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan ibu angkat Engeline, Margriet, dan seorang pembantu di rumah itu, Agus, sebagai tersangka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X