Pupuk Subsidi Dijual Bebas, Polisi Tangkap Tiga Tersangka

Kompas.com - 30/06/2015, 20:00 WIB
 Kapolres AKBP Latif Usman di Mapolres Semarang melihat barang bukti penyimpangan pupuk bersubsidi, Selasa (30/6/2015). kompas.com/ syahrul munir Kapolres AKBP Latif Usman di Mapolres Semarang melihat barang bukti penyimpangan pupuk bersubsidi, Selasa (30/6/2015).
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com - Pupuk bersubidi masih menjadi komoditas kejahatan yang seksi. Terbukti Polres Semarang kembali mengungkap kasus penjualan pupuk bersubsidi yang tak memiliki izin dan di luar wilayah berikut tiga orang tersangka dari tiga lokasi di wilayah Kecamatan Getasan.

Dari ketiga tersangka, polisi menyita barang bukti 63 karung pupuk bersubsidi dari berabagai merek. Pupuk bersubsidi tersebut dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET). HET perkilonya pupuk bersubsidi sebesar Rp 12.000, namun mereka menjual Rp 18.000 per kilonya.

Awalnya, kasus ini terungkap setelah petugas menindaklanjuti laporan warga dengan mendatangi penjual pupuk, Siswanto (37), warga Tambangan, Sumogawe, Kecamatan Getasan.

Petugas menangkap tangan pelaku sedang menjual pupuk di rumahnya sebanyak tiga karung pupuk ZA, tiga karung Urea, satu karung Phonska, satu karung SP-36 yang masing-masing beratnya 50 kilogram dan satu plastik urea berat 5 kilogram. Ia tak bisa menunjukkan izin menjual dan usaha.

Di lokasi terpisah, petugas juga mendatangi salah satu toko di Dusun Wonosari, Batur, Getasan dan mendapati 26 karung pupuk urea, sembilan karung SP-36 dan empat karung ZA. Penjualnya, Tri Wibiyanto (45), warga Wates RT 01 RW 01, Wates, Getasan, diamankan petugas.

Pelaku ketiga, Robiyati (33), warga Macanan, Karangtengah, Getasan ditangkap di Pasar Wates, Terban, Kecamatan Getasan. Dari Robiyati disita empat karung pupuk urea masing-masing 50 kilogram, 10 karung Phonska masing-masing 50 kilogram dan mobil pikap H 1783 Pl.

"Pengungkapan dilakukan untuk pengamanan kebijakan pemerintah terhadap barang-barang bersubsidi. Mereka ini tidak memiliki izin berjualan dan di luar wilayah," ungkap Kapolres AKBP Latif Usman di Mapolres Semarang, Selasa (30/6/2015).

Menurut Latif, ketiga tersangka tidak dilakukan penahanan, namun barang bukti mobil dan pupuk telah diamankan di Mapolres Semarang.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita 42 Jemaah Umrah Asal Lampung, Lolos Pemeriksaan Bandara King Abdul Aziz di Detik Terakhir

Cerita 42 Jemaah Umrah Asal Lampung, Lolos Pemeriksaan Bandara King Abdul Aziz di Detik Terakhir

Regional
Pengakuan Istri yang Tega Bunuh Suami dan Potong Alat Vitalnya dengan Pisau Dapur di Kalteng

Pengakuan Istri yang Tega Bunuh Suami dan Potong Alat Vitalnya dengan Pisau Dapur di Kalteng

Regional
Wanita Pemandu Karaoke Tewas Dibekap Selimut, 11 Saksi Termasuk Pemilik Indekos Diperiksa

Wanita Pemandu Karaoke Tewas Dibekap Selimut, 11 Saksi Termasuk Pemilik Indekos Diperiksa

Regional
Menag Fachrul Razi Berharap Penghentian Visa Arab Saudi Tak Berlanjut ke Musim Haji

Menag Fachrul Razi Berharap Penghentian Visa Arab Saudi Tak Berlanjut ke Musim Haji

Regional
Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Regional
Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Telanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Telanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Regional
Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Regional
Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Regional
Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Regional
Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Regional
Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Regional
Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Regional
Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Regional
Sadis, Seorang Istri Bunuh dan Potong Kelamin Suami di Kalteng

Sadis, Seorang Istri Bunuh dan Potong Kelamin Suami di Kalteng

Regional
Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X