Kota Tebing Tinggi: Kreatif di Jalur Utama Sumut

Kompas.com - 30/06/2015, 15:00 WIB
Perbaikan infrastruktur layanan kesehatan terus ditingkatkan di wilayah Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, salah satunya RSUD Dr H Kumpulan Pane, beberapa waktu lalu. Peningkatan fasilitas kesehatan seperti penyediaan peralatan yang memadai dan tenaga medis andal melalui kerja sama dengan sejumlah rumah sakit lain termasuk dari luar negeri. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAPerbaikan infrastruktur layanan kesehatan terus ditingkatkan di wilayah Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, salah satunya RSUD Dr H Kumpulan Pane, beberapa waktu lalu. Peningkatan fasilitas kesehatan seperti penyediaan peralatan yang memadai dan tenaga medis andal melalui kerja sama dengan sejumlah rumah sakit lain termasuk dari luar negeri.
EditorTri Wahono


Oleh Khaerudin

Dengan luas hanya 38,85 kilometer persegi, Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara, harus inovatif untuk mengembangkan semua potensi kewilayahannya. Letak yang strategis di jalur persimpangan menuju sejumlah wilayah di Sumut, membuat kota ini hidup selama 24 jam.

Tebing berada persis di titik persimpangan antara Pantai Timur dan wilayah bekas karesidenan Tapanuli. Kota ini berada di jalur lintas Sumatera yang menghubungkan Medan dengan sejumlah kota besar di Pantai Timur seperti Kisaran, Tanjung Balai, hingga Rantau Prapat. Tebing Tinggi juga menjadi pintu masuk sejumlah kota utama di bagian dalam wilayah Sumut, seperti Pematang Siantar, daerah wisata Danau Toba (Parapat, Pulau Samosir, Balige, Tarutung), hingga ke wilayah-wilayah lain di bekas karesidenan Tapanuli.

Kondisi sebagai perlintasan beberapa kota utama di Sumut ini, disadari betul oleh Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan, sebagai potensi ekonomi luar biasa yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Umar menyadari untuk bisa menggali potensi ekonomi tersebut, Tebing Tinggi harus menjadi kota yang cerdas.

Agar terarah dalam upaya membangun Tebing Tinggi sebagai kota cerdas, Umar menggandeng Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Kerja sama dengan Bappenas ini kemudian mempertemukan Tebing Tinggi dengan Pemerintah Korea Selatan yang membantu mereka menyusun studi kelayakan untuk membangun kota cerdas.

"Memang arahnya menuju ke sana. Ini dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Wali Kota Tebing Tinggi dan Pemerintah Korea Selatan, terutama untuk penyusunan feasibility study. Melihat dulu kondisi existing-nya bagaimana. Mana potensi apa yang bisa dikembangkan ke depan. Itulah yang akan dituangkan dalam dokumen perencanaannya," kata Kepala Badan Perencanaan Daerah Kota Tebing Tinggi Gul Bahri Siregar.

Tebing Tinggi bersemangat menggagas kota cerdas. Ini diakui Umar karena potensi ekonomi yang sangat besar dari letak strategis Tebing Tinggi. Dari survei terakhir yang dilakukan pemkot terhadap jumlah mobil yang melewati Tebing Tinggi, per harinya mencapai 42.189 kendaraan. "Kalau satu mobil isi empat orang saja, bus-bus enggak usah dihitung penuh, ada hampir 170.000 orang lewat di Tebing Tinggi dalam 24 jam. Kalau 10 persennya singgah, buang air kecil, makan, berarti ada 17.000 orang. Itu pasar yang luar biasa besar, dan tidak ada di tempat lain," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jalan tol

Nilai strategis lain yang dimiliki Tebing Tinggi adalah rencana pembangunan ruas Jalan Tol Tanjung Morawa (Medan)-Bandara Kuala Namu (Kabupaten Deli Serdang)-Tebing Tinggi. Saat ini rencana tersebut sedang dalam tahap pembebasan lahan. Menurut Umar, pembebasan lahan untuk proyek Jalan Tol Tanjung Morawa-Kuala Namu-Tebing Tinggi telah mencapai 80 persen. Sebagian besar yang sudah dibebaskan adalah lahan milik perkebunan, baik swasta maupun BUMN. Sementara sebagian besar yang belum dibebaskan adalah lahan milik warga.

Di Tebing Tinggi saat ini, tantangannya adalah bagaimana memberdayakan warga untuk berpartisipasi mendukung keberhasilan mewujudkan kota cerdas. Dari sisi pemkot, niat itu sudah mulai diwujudkan. "Gagasan kota cerdas lainnya adalah bagaimana pendapatan warga bisa bertambah sementara consumptioncost (biaya konsumsi) menurun. Biaya hidup harus menurun karena kemampuan daya saing kita terbatas dibandingkan negara asing. Maka, masyarakatnya harus cerdas," katanya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.