Awas Hewan Liar Bisa Memicu Kecelakaan di Tol Cipali

Kompas.com - 27/06/2015, 21:04 WIB
Ruas jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Subang, Jawa Barat, Kamis (18/6/2015). Tol Cipali yang merupakan ruas jalan tol terpanjang di Indonesia yakni 116,75 kilometer tersebut mulai beroperasi, diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa hingga 60 persen. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMORuas jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Subang, Jawa Barat, Kamis (18/6/2015). Tol Cipali yang merupakan ruas jalan tol terpanjang di Indonesia yakni 116,75 kilometer tersebut mulai beroperasi, diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa hingga 60 persen.
EditorTri Wahono

SUBANG, KOMPAS.com - Tidak hanya kendaraan lain yang perlu diwaspadai untuk menghindari kecelakaan di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Pengguna jalan juga perlu memperhatikan lintasan hewan liar yang mungkin ditemui di sepanjang ruas tol baru sepanjang 116,7 km tersebut.

Kehadiran hewan liar yang melintas di ruas tol dapat memicu kecelakaan tunggal. Daerah rawan hewan liar itu membentang antara KM 83 hingga KM 142.

Misalnya kecelakaan yang menimpa mobil Daihatsu Gran Max di Km 128 atau di perbatasan Indramayu dan Subang, Sabtu (20/6/2015) dini hari. Mobil itu terperosok setelah pengemudinya banting setir untuk menghindari babi hutan di tengah jalan.

Selain babi hutan, anjing juga kerap muncul tiba-tiba sehingga pengemudi harus melakukan manuver mendadak yang berpotensi menimbulkan kecelakaan tunggal.

"Ada yang lagi ngebut, tiba-tiba ada anjing, dia menghindar tapi akhirnya malah kecelakaan," ujar Kepala Unit Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jabar, Ipda Gugun Gunadi, ketika ditemui di Jalan Tol Cipali, Rabu (24/6/2015) lalu.

Gugun mengimbau para pengendara untuk waspada, terutama saat malam hari. Menurutnya, setelah hari gelap, gerombolan hewan liar kerap melintasi di Jalan Tol Cipali. Hal itu pula yang dialami pengemudi Gran Max beberapa hari lalu itu.

"Pengemudi mengaku, babi hutan tersebut ada lima, yang ketabrak yang paling belakang," katanya.

Kardi, warga Suranenggala, Cirebon, mengaku pernah melihat babi hutan melintas di KM 90 Jalan Tol Cipali. Saat itu tengah malam. Kardi mengaku beruntung karena kendaraan yang dikemudikannya tidak melaju kencang sehingga dapat menghindari babi hutan tanpa mengalami kecelakaan.

"Menurut saya, yang rawan itu antara KM 90 sampai 100, daerahnya gelap dan masih banyak hutan di kiri kanan jalan. Sudah gitu pagarnya hanya kawat," katanya.

Kardi berharap pengelola jalan tol memasang pagar tembok sehingga tidak bisa diterobos hewan liar.

"Kalau manusia kan tahu, kalau ada pembatas berarti tidak boleh lewat, nah kalau hewan kan tidak," tuturnya.

Kardi juga berharap tidak ada warga sekitar yang menggembalakan ternaknya di pinggir Jalan tol. Saat melintas di Jalan Tol Cipali, beberapa warga terlihat menggembalakan kambing di samping tol. Mereka dijumpai di sekitar Km 185 atau menjelang pintu tol Palimanan. (TAF/LEN)

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Ada Serum Anti Bisa, Polisi yang Digigit Ular saat Evakuasi Banjir Dirujuk ke RSUD Karawang

Tak Ada Serum Anti Bisa, Polisi yang Digigit Ular saat Evakuasi Banjir Dirujuk ke RSUD Karawang

Regional
Bambu Bali Memperindah Taman Harmoni Surabaya, Risma Senang

Bambu Bali Memperindah Taman Harmoni Surabaya, Risma Senang

Regional
Persaingan Geng Antar Sekolah yang Akhirnya Renggut Masa Depan AF...

Persaingan Geng Antar Sekolah yang Akhirnya Renggut Masa Depan AF...

Regional
Seorang Pemuda di Aceh Cabuli Keponakannya di Bawah Umur

Seorang Pemuda di Aceh Cabuli Keponakannya di Bawah Umur

Regional
Ini Motif Ayah Kandung Buang Jasad Anaknya di Gorong-gorong Sekolah

Ini Motif Ayah Kandung Buang Jasad Anaknya di Gorong-gorong Sekolah

Regional
Deni, Hacker Berhati Mulia Belajar Bobol Situs dari YouTube, Ingin Kuliah di Sekolah Tinggi Sandi Negara

Deni, Hacker Berhati Mulia Belajar Bobol Situs dari YouTube, Ingin Kuliah di Sekolah Tinggi Sandi Negara

Regional
Hotspot di Riau Meningkat Tajam, 43 Titik Panas Terdeteksi di 4 Daerah

Hotspot di Riau Meningkat Tajam, 43 Titik Panas Terdeteksi di 4 Daerah

Regional
Setelah Bunuh Anaknya, Budi Tinggalkan Jasad Delis di Rumah Kosong lalu Kembali Kerja

Setelah Bunuh Anaknya, Budi Tinggalkan Jasad Delis di Rumah Kosong lalu Kembali Kerja

Regional
13 Napi Terorisme di Lapas Nusakambangan Ikrar Setia kepada NKRI, Termasuk Terpidana Mati

13 Napi Terorisme di Lapas Nusakambangan Ikrar Setia kepada NKRI, Termasuk Terpidana Mati

Regional
Saudi Tangguhkan Umrah, Jemaah dari Bali yang Belum Berangkat Diminta Sabar

Saudi Tangguhkan Umrah, Jemaah dari Bali yang Belum Berangkat Diminta Sabar

Regional
Ditinggalkan Ibu, Tiga Bersaudara Pemakan Sabun Sering 'Berburu' ke Belakang Rumah Tetangga

Ditinggalkan Ibu, Tiga Bersaudara Pemakan Sabun Sering 'Berburu' ke Belakang Rumah Tetangga

Regional
Protes Pembabatan Hutan Adat di Pulau Seram, Mahasiswa Demo di Kantor DPRD

Protes Pembabatan Hutan Adat di Pulau Seram, Mahasiswa Demo di Kantor DPRD

Regional
Pemprov Jabar Bakal Undang Kepala Daerah Bahas Tanggap Darurat Banjir

Pemprov Jabar Bakal Undang Kepala Daerah Bahas Tanggap Darurat Banjir

Regional
Ibu yang Tenggelamkan Bayinya di Bak Mandi Jalani Tes Kejiwaan

Ibu yang Tenggelamkan Bayinya di Bak Mandi Jalani Tes Kejiwaan

Regional
Suap Bupati Nonaktif Lampung Utara, Candra Divonis 1 Tahun 10 Bulan Penjara

Suap Bupati Nonaktif Lampung Utara, Candra Divonis 1 Tahun 10 Bulan Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X