Biaya Rawat Buruh Migran Ilegal Belum Juga Diganti, Rumah Sakit Mengeluh

Kompas.com - 26/06/2015, 18:18 WIB
RSU Kabupaten Nunukan terpaksa menanggung biaya perawatan eks TKI terlantar yang dideportasi dari Negara Malaysia melalaui pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Jumlahnya tak tanggung tanggung, mencapai ratusan juta rupian. KOMPAS.com/SUKOCORSU Kabupaten Nunukan terpaksa menanggung biaya perawatan eks TKI terlantar yang dideportasi dari Negara Malaysia melalaui pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Jumlahnya tak tanggung tanggung, mencapai ratusan juta rupian.
|
EditorCaroline Damanik

NUNUKAN, KOMPAS.com
- Rumah Sakit Umum Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara terpaksa menanggung biaya pengobatan puluhan eks buruh migran ilegal terlantar yang dideportasi pemerintah Malaysia melalui Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah.

Hingga bulan Mei 2015, tercatat 37 eks buruh migran terlantar di rawat di RSU Kabupaten Nunukan. Kebanyakan buruh migran terlantar karena sudah tidak memiliki apa-apa saat dideportasi ke Nunukan, termasuk identitas diri.

Humas RSU Nunukan Aris Suryono mengatakan, kebanyakan eks buruh migran menjalani perawatan karena gangguan kejiwaan.

“Hingga bulan Mei sudah 37 orang, tagihannya Rp 170-an juta. Tagihannya kita tujukan ke Dinas Sosial sampai sekarang masih jelas pembayarannya,” ujarnya, Jumat (26/6/2015).

Tahun 2014, RSU Nunukan merawat 61 eks buruh migran terlantar. Tagihan pembiayaan yang berjumlah Rp 250 juta ditujukan kepada Dinas Sosial Kabupaten Nunukan dan hingga kini belum juga ada kejelasan penggantiannya.

“Sampai sekarang juga belum jelas pembayarannya,“ imbuh Aris.

Meski biaya perawatan eks buruh migran terlantar yang belum terbayar mencapai ratusan juta rupiah, lanjut Aris, belum sampai mengganggu jalannya layanan kesehatan di RSU Nunukan. Namun, hal tersebut akan berimbas kepada jasa layanan yang seharusnya diterima oleh para tenaga medis di rumah sakit tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Teman-teman yang merawat otomatis tidak mendapat jasa pelayanan. Itu yang akhirnya bermasalah di kemudian hari," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X