Anak Buahnya Jadi Tersangka Bansos, Ini Komentar Ganjar Pranowo

Kompas.com - 24/06/2015, 20:26 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Kompas.com/Nazar NurdinGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
|
EditorFarid Assifa
PURBALINGGA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku sangat mendukung langkah penyidik kejaksaan mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial tahun 2011. Salah satu dukungan tersebut adalah dengan mengizinkan seluruh pegawai di Pemprov Jateng untuk diperiksa jika terindikasi menerima aliran dana bansos.

"Saya malah senang kalau soal Bansos. Silakan dibongkar semua. Siapa-siapa yang terlibat mendapatkan komisi, gratifikasi atau korupsi, silakan dibongkar semuanya," ujar Ganjar, Rabu (24/6/2015).

Hari ini, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menetapkan tersangka baru berdasarkan ekspose pengembangan perkara. Mantan Kepala Biro Keuangan Setda Jateng, AS jadi tersangka penyimpangan dana Bansos tahun 2011. AS diduga bersalah karena ikut bertanggung jawab mengeluarkan nota dinas yang ditujukan ke Biro Bina Sosial. Nota dinas itu berisikan agar proposal pengajuan via biro keuangan agar segera diproses pencairan.

Ganjar menyatakan, pihaknya akan mendukung langkah kejaksaan untuk mengusut semua orang yang terlibat. Bahkan, ia minta tidak hanya bansos yang dibongkat, tetapi juga bantuan dana hibah.

"Kalau Kejaksaan butuh data jelas akan kami bantu. Bukan hanya kasus 2011 saja,, sampai tahun 2015 akan kami bantu," lanjutnya.

Kendati demikian, sesuai aturan yang ada, jika ada pegawai negeri yang tersandung perkara hukum, bagian biro hukum berwenang untuk mendampingi tersangka.

"Pelayanan hukum akan diberikan, karena biro hukum tugas fungsi dan pokoknya membantu," ucapnya.

Indikasi penyimpangan dana bansos ini bermula dari adanya peraturan gubernur Jateng pada 2011. Pada awal 2011, terbit Peraturan Gubernur Nomor 6 tentang penyaluran bansos. Namun, saat peraturan itu dikeluarkan banyak kelompok masyarakat yang tak bisa mengajukan proposal.

Untuk penyesuaian, kemudian muncul Pergub lanjutan agar mempermudah syarat pengajuan proposal bansos. Adanya Pergub inilah yang memberi peluang longgarnya verifikasi proposal hingga banyak penerima fiktif yang mendapat dana bansos.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Para WNA yang Dideportasi dari Indonesia, Yoga Massal Saat Pandemi hingga Ceburkan Diri Bersama Motor ke Laut

Kisah Para WNA yang Dideportasi dari Indonesia, Yoga Massal Saat Pandemi hingga Ceburkan Diri Bersama Motor ke Laut

Regional
2 Warga Sumsel Bawa 171 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi di Sungai

2 Warga Sumsel Bawa 171 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi di Sungai

Regional
Lagi, Anak Gugat Ibu Kandung, Tuntut Tanah yang Diklaim Hasil Selama Jadi TKW

Lagi, Anak Gugat Ibu Kandung, Tuntut Tanah yang Diklaim Hasil Selama Jadi TKW

Regional
Bakamla RI Menangkap 2 Kapal Tanker Berbendera Asing

Bakamla RI Menangkap 2 Kapal Tanker Berbendera Asing

Regional
Heboh Dentuman Misterius di Bali, Kesaksian Nelayan, Sinyal 20 Detik hingga Benda Bersinar di Langit

Heboh Dentuman Misterius di Bali, Kesaksian Nelayan, Sinyal 20 Detik hingga Benda Bersinar di Langit

Regional
Ratusan Warga Rohingya Kabur dari Aceh, Tersisa 112 Orang

Ratusan Warga Rohingya Kabur dari Aceh, Tersisa 112 Orang

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Pelaku Sakit Hati Tak Dibayar

Polisi Tangkap Pria yang Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Pelaku Sakit Hati Tak Dibayar

Regional
Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Regional
Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Regional
Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Regional
Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Regional
Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Regional
Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Regional
Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Regional
Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X