Kajari Denpasar Bantah Hilangkan Barang Bukti

Kompas.com - 23/06/2015, 14:43 WIB
Kasi Intel Pengadilan Negri Denpasar, Syahrir Sangir. KOMPAS.com/SRI LESTARIKasi Intel Pengadilan Negri Denpasar, Syahrir Sangir.
|
EditorGlori K. Wadrianto
DENPASAR, KOMPAS.com - Kejaksan Negri (Kejari) Denpasar yang diwakili Kasi Intel Kejari Denpasar Syahrir Sagir membantah tuduhan yang menyebut Kejari Denpasar menghilangkan barang bukti berupa solar bersubsidi berjumlah 38.400 liter yang sudah menjadi putusan MA dengan Nomor Putusan 474K/Pid Sus/2014.

"Tidak benar barang bukti hilang. Truk tanki saat ini memang tidak berada di Kejari Denpasar, tapi kita amankan di suatu tempat di gudang. Karena di sini (kantor Kejari Denpasar ) tempatnya terbuka, dikhawatirkan terjadi kebocoran, malah membahayakan kantor," kata Syahrir Sagir, Denpasar, Bali, Selasa (23/6/2015).

Menurut Syahrir, saat ini Kejari Denpasar belum bisa mengeksekusi barang sitaan karena belum mendapatkan salinan putusan Kasasi dari MA yang sudah diputus sejak 12 November 2014 lalu.

"Yang pasti, begitu putusan kasasi. Sampai sekarang belum terima. Dan kami sudah mengirim surat seminggu lalu, untuk menanyakan salinan putusan tersebut. Nantinya barang sitaan itu dirampas oleh Negara, kita lelang dan uangnya kita setor kepada kas Negara," kata dia.

Kasus ini berawal dari penangkapan mobil tanki DK 9505 AF yang membawa solar, milik PT. SP. Tanki itu diamankan petugas Mabes Polri pada Kamis 9 Februari 2012 di Nusa Dua, Bali. Solar bersubsidi tersebut dikatahui akan dijual kepada perusahaan swasta.

Pada pengadilan tingkat I, Majelis Hakim PN Denpasar menjatuhkan hukuman enam bulan penjara dan denda Rp 224 juta. Sementara, kapal tanker dan enam truk tanki dikembalikan kepada Wirata (terdakwa).

Jaksa pun mengajukan banding. Banding itu lalu dikabulkan. Di tingkat Pengadilan Tinggi, terdakwa divonis satu tahun penjara dan denda 500 juta. Selain itu barang bukti enam truk tanki dan solar berjumlah 38.400 liter disita Negara.

Selanjutnya, kedua pihak mengajukan kasasi. Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa yang menjatuhkan vonis empat tahun penjara dan denda Rp 20 miliar untuk Wirata dan kapal tanker dirampas Negara, beserta barang bukti lainnya.

Sebelumnya, pagi tadi, sekelompok orang yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Bali Untuk Keadilan (AMUK) mendatangi Kantor Kejaksan Tinggi Bali, Pengadilan Negeri Denpasar dan Kejaksaan Negeri Denpasar.

Mereka menuduh, telah terjadi persekongkolan antara oknum jaksa dan pengusaha dalam menghilangkan barang bukti yang sebelumnya telah dirampas oleh Negara tersebut.

Atas tuduhan ini, mereka lantas menuntut Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar Imanuel Zebua dicopot dari jabatannya, dan diberi sanksi sesuai hukum yang berlaku. (Baca: Barang Bukti Solar 38.400 Liter Raib, Massa Tuntut Kajari Denpasar Dicopot)

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Regional
ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

Regional
Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Regional
Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Regional
Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

Regional
Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

Regional
Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Regional
Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

Regional
Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

Regional
Dokter RSUD RA Kartini Meninggal Dunia akibat Covid-19

Dokter RSUD RA Kartini Meninggal Dunia akibat Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X