Barang Bukti Solar 38.400 Liter Raib, Massa Tuntut Kajari Denpasar Dicopot

Kompas.com - 23/06/2015, 10:29 WIB
AMUK saat menyerahkan surat pernyataan sikap kepada pihak Kejaksaan Tinggi Bali. KOMPAS.com/SRI LESTARIAMUK saat menyerahkan surat pernyataan sikap kepada pihak Kejaksaan Tinggi Bali.
|
EditorGlori K. Wadrianto
DENPASAR, KOMPAS.com - Sekelompok orang yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Bali Untuk Keadilan (AMUK) mendatangi Kantor Kejaksan Tinggi Bali, Pengadilan Negeri Denpasar dan Kejaksaan Negeri Denpasar, Selasa (23/6/2015).

Mereka menuduh, telah terjadi persekongkolan antara oknum jaksa dan pengusaha dalam menghilangkan barang bukti yang sebelumnya telah dirampas oleh Negara berupa solar sebanyak 38.400 liter.

Atas tuduhan ini, mereka lantas menuntut Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar Imanuel Zebua dicopot dari jabatannya, dan diberi sanksi sesuai hukum yang berlaku. Tuntutan ini disampaikan Koordinator AMUK Bali, Nyoman Mardika saat menggelar aksi siang ini.

"Apabila tuntutan kami tidak ditindak oleh Kejaksaan Agung dan Kajati Bali, kami akan melaporkan Kajari Denpasar atau oknum jaksa yang terlibat di Direktorat Kriminal Khusus Polda Bali sebagai pelaku korupsi, karena menghilangkan barang bukti yang seharusnya dirampas oleh Negara merupakan tindak pidana korupsi," kata dia saat membacakan pernyataan sikap.

Kasus ini bermula dari penangkapan mobil tangki DK 9505 AF yang membawa solar, milik PT. SP.  Mobil itu lantas diamankan petugas Mabes Polri pada Kamis 9 Februari 2012 di Nusa Dua.

Belakangan diketahui, solar bersubsidi tersebut akan dijual kepada perusahaan swasta dengan harga mahal. Saat pengadilan tingkat pertama, Majelis Hakim PN Denpasar menjatuhkan hukuman enam bulan penjara dan denda Rp 224 juta. Sementara kapal tanker dan enam truk tangki dikembalikan kepada Wirata (terdakwa).

Jaksa yang mengajukan banding lalu dikabulkan, dan di tingkat Pengadilan Tinggi, terdakwa dituntut satu tahun penjara dan denda Rp 500 juta. Selain itu, barang bukti enam truk tanki dan solar berjumlah 38.400 liter disita Negara.

Kedua pihak mengajukan kasasi dan dikabulkan. Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa yang menuntuk Wirata dihukum empat tahun penjara dan denda Rp 20 miliar, dan kapal tanker dirampas Negara. Hal itu tertuang dalam putusan MA Nomor Putusan 474 K/Pid Sus/2014 dengan Ketua Majelis Zaharuddin Utama dengan anggota Suhadi dan Surya Jaya, diputus pada 12 November 2014.

Hingga berita ini ditayangkan, Kompas.com belum berhasil mendapatkan tanggapan baik dari Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar Imanuel Zebua, maupun dari pihak Kejaksan Tinggi Bali.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Yaya Karsan, Guru Honorer yang Punya Omzet Rp 1 M dari Layanan Titip Transfer

Cerita Yaya Karsan, Guru Honorer yang Punya Omzet Rp 1 M dari Layanan Titip Transfer

Regional
Jalani 'Rapid Test' Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Jalani "Rapid Test" Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Regional
Cerita Nelayan Benur di Lombok yang Hidupnya Tak Tentu karena Tengkulak

Cerita Nelayan Benur di Lombok yang Hidupnya Tak Tentu karena Tengkulak

Regional
Fakta Seorang Warga Kalsel Diterkam Buaya, Berawal dari Cuci Tangan di Pintu Air Tambak

Fakta Seorang Warga Kalsel Diterkam Buaya, Berawal dari Cuci Tangan di Pintu Air Tambak

Regional
Benteng Hock, Kantor Satlantas Polres Salatiga yang Dikenal Angker, Kini Jadi Spot Foto

Benteng Hock, Kantor Satlantas Polres Salatiga yang Dikenal Angker, Kini Jadi Spot Foto

Regional
Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Regional
Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Regional
Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Regional
Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Regional
Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Regional
Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Regional
Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Regional
Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Regional
Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X