Kasus Kekerasan Seksual Bocah, Polisi Minta Laporan Ulang

Kompas.com - 22/06/2015, 11:35 WIB
Korban sodomi berinisial A (8), sedang melapor kembali ke Polres Tasikmalaya Kota atas kekerasan seksual oleh teman sebangku di kelasnya, Senin (22/6/2015). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKorban sodomi berinisial A (8), sedang melapor kembali ke Polres Tasikmalaya Kota atas kekerasan seksual oleh teman sebangku di kelasnya, Senin (22/6/2015).
|
EditorGlori K. Wadrianto
TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Asep Saepudin meminta kepada keluarga anak korban kekerasan seksual untuk segera melapor kembali ke kepolisian. Dengan demikian, petugas bisa segera menangani kasus ini, dan memanggil para saksi serta memintai keterangan dari pihak terlapor dan orangtuanya.

"Selama ini kami belum pernah menerima laporan terkait kasus dugaan kekerasan seksual kepada anak. Jadi, kami meminta kepada keluarga korban untuk segera melapor," kata Asep kepada wartawan, Senin (22/6/2015).

Menurut Asep, kepolisian pun akan segera meminta korban untuk memperoleh visum ulang. Hal itu untuk dijadikan bukti secara tertulis mengenai adanya kasus dugaan kekerasan seksual kepada anak yang selama ini sangat meresahkan warga di Tasikmalaya dan sekitarnya. "Kalau perlu, nanti kami bisa lakukan (uji untuk memperoleh) visum ulang sebagai bukti, dan kami akan bertindak lanjut langsung," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, bocah kelas II Sekolah Dasar Negeri Sukamaju, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh teman sebangkunya.


Peristiwa ini diketahui saat orangtua korban, A, mendapati anaknya menderita sakit pada dubur dan kemaluannya. Menurut orangtua, perbuatan asusila oleh temannya dilakukan sekitar November 2014. Sementara itu, pengakuan korban kepada orangtuanya dilakukan pada bulan Maret 2015.

Bulan Maret itu, orangtua membawa anaknya ke dokter spesialis di Rumah Sakit Dokter Sukardjo, Tasikmalaya. Hasil pemeriksaan dokter saat itu, ada infeksi di dubur korban. Selanjutnya, orangtua sang anak diantar adiknya melapor ke Polsek Tamansari. Namun, pihak polsek menyarankan mereka untuk melapor ke unit khusus yang lebih berwenang, yakni Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Bupati Banyuwangi Ajak Para Santri Terlibat dalam Pembangunan

Wakil Bupati Banyuwangi Ajak Para Santri Terlibat dalam Pembangunan

Regional
Ini Alasan Sebenarnya Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tak Jadi Menteri Jokowi

Ini Alasan Sebenarnya Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tak Jadi Menteri Jokowi

Regional
BKN: Pengurangan Struktural Eselon Bisa Kurangi Anggaran Negara

BKN: Pengurangan Struktural Eselon Bisa Kurangi Anggaran Negara

Regional
Polisi Cek soal Video Baku Hantam Sesama Bule di Bali

Polisi Cek soal Video Baku Hantam Sesama Bule di Bali

Regional
Mengembalikan Kejayaan Lada Bangka Belitung...

Mengembalikan Kejayaan Lada Bangka Belitung...

Regional
Angin Puting Beliung Terjang 3 Desa di Boyolali, 20 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang 3 Desa di Boyolali, 20 Rumah Rusak

Regional
Pembobolan Dana Nasabah BNI Ambon, FY Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan

Pembobolan Dana Nasabah BNI Ambon, FY Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan

Regional
Driver Ojek Online yang Ditabrak Kendaraan Taktis Polisi Saat Demo Ricuh Tak Lagi Bisa Bekerja

Driver Ojek Online yang Ditabrak Kendaraan Taktis Polisi Saat Demo Ricuh Tak Lagi Bisa Bekerja

Regional
Kelompok Teroris di Lampung Incar Tempat Hiburan Malam

Kelompok Teroris di Lampung Incar Tempat Hiburan Malam

Regional
Kasus Narkoba, Bassist Boomerang Hubert Henry Dituntut 2 Tahun Penjara

Kasus Narkoba, Bassist Boomerang Hubert Henry Dituntut 2 Tahun Penjara

Regional
Dua Pendaki Gunung Bawakaraeng yang Alami Hipotermia Berhasil Dievakuasi

Dua Pendaki Gunung Bawakaraeng yang Alami Hipotermia Berhasil Dievakuasi

Regional
Tiba di Kupang dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT Disambut ASN dan Pengurus Nasdem

Tiba di Kupang dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT Disambut ASN dan Pengurus Nasdem

Regional
LIPI Minta Penemuan Ikan dan Air Sumur yang Mendidih Tidak Dikaitkan dengan Mistis

LIPI Minta Penemuan Ikan dan Air Sumur yang Mendidih Tidak Dikaitkan dengan Mistis

Regional
Balita Meninggal 5 Hari Setelah Divaksin MR, Dinkes Garut Turunkan Tim

Balita Meninggal 5 Hari Setelah Divaksin MR, Dinkes Garut Turunkan Tim

Regional
Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X