Warga Gempar di Maluku Tengah, Warna Air Laut Berubah Jadi Merah seperti Darah

Kompas.com - 22/06/2015, 01:37 WIB
Air laut di Pulau Ai, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah tampak berubah seperti darah. fenomena ini pun menggemparkan warga di Pulau itu, Minggu (21/6/2015) KONTRIBUTOR KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYAir laut di Pulau Ai, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah tampak berubah seperti darah. fenomena ini pun menggemparkan warga di Pulau itu, Minggu (21/6/2015)
|
EditorFidel Ali Permana


AMBON, KOMPAS.com
 — Warga Pulau Ai, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, digegerkan dengan fenomena perubahan air laut di kawasan tersebut, Minggu (21/6/2015). Warga geger dan panik lantaran air laut di wilayah tersebut tiba-tiba saja berubah menjadi merah.

Kondisi ini membuat warga yang umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan itu enggan melaut seperti biasanya. Warga mengaku memilih tidak melaut karena takut terjadi sesuatu.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Ahmad Ali, mengatakan kepada Kompas.com saat dihubungi dari Ambon bahwa perubahan air laut dari kebiruan menjadi merah seperti darah membuat warga pesisir di pulau itu kini merasa sangat khawatir. Warga khawatir karena kejadian itu baru pertama disaksikan.

"Hampir semua masyarakat di pulau ini dibuat geger saat melihat air laut berubah seperti darah," kata Ahmad.

Fenomena itu pun menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat yang mendiami pulau kecil di gugusan Kepulauan Banda itu. Warga beranggapan, air laut yang tiba-tiba berubah seperti darah itu pertanda bahwa sesuatu akan terjadi.

"Ini pasti pertanda sesuatu akan terjadi, tetapi kita belum tahu apa yang akan terjadi. Semoga bukan pertanda bahaya," kata Alwi, salah satu warga lain.

Perubahan air laut menjadi seperti darah ini spontan membuat warga pesisir yang umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan di pulau itu memilih tidak melaut dan hanya beraktivitas di rumah.

"Tidak ada yang berani melaut. Kami sendiri takut ke laut karena memang air lautnya seperti darah," katanya.

Tak hanya warga Pulau Ai, fenomena perubahan air laut menjadi seperti darah itu juga memicu kehebohan tersendiri di media sosial, seperti Facebook. Salah satu pengguna akun Facebook bernama Salman bahkan berspekulasi bahwa perubahan itu adalah pesan kepada warga pulau itu agar lebih berhati-hati.

"Air laut berubah seperti darah. Ini sebuah pertanda agar warga lebih hati-hati pada bulan puasa ini," kata Salman.

Update: Warna merah di perairan bisa disebabkan dua hal. Menurut peneliti alga dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Boy Rahardjo Sidharta, kalau bukan pkarena encemaran kimiawi berupa zat warna, pasti itu fenomena red tide atau booming pertumbuhan ganggang dengan pigmen merah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dibuang ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dibuang ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Regional
Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Regional
Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Regional
Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Regional
[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

Regional
Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Regional
Petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sering Gelar Pertemuan di Brebes

Petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sering Gelar Pertemuan di Brebes

Regional
Pengasuh PAUD Pasrah Jadi Tersangka Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala

Pengasuh PAUD Pasrah Jadi Tersangka Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala

Regional
5 Fakta Guru Ngaji Cabuli Santri, Terpengaruh Film Porno hingga Korban Trauma Berat

5 Fakta Guru Ngaji Cabuli Santri, Terpengaruh Film Porno hingga Korban Trauma Berat

Regional
26 Pencuri Motor Diamankan, 6 di Antaranya Sering Keluar Masuk Bui

26 Pencuri Motor Diamankan, 6 di Antaranya Sering Keluar Masuk Bui

Regional
Nikmatnya Kopi Gunung Kelir, Rasa dan Aromanya Disukai hingga Luar Negeri

Nikmatnya Kopi Gunung Kelir, Rasa dan Aromanya Disukai hingga Luar Negeri

Regional
5 Penemuan Kerangka Manusia yang Gegerkan Warga, Kerangka Satu Keluarga hingga Ditemukan di Septic Tank Mertua

5 Penemuan Kerangka Manusia yang Gegerkan Warga, Kerangka Satu Keluarga hingga Ditemukan di Septic Tank Mertua

Regional
Tak Ada Database DNA, Polisi Sulit Ungkap Identitas Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung

Tak Ada Database DNA, Polisi Sulit Ungkap Identitas Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung

Regional
Kapal Tanker MT Horizon Dirompak di Selat Riau, 1 Pelaku Ditangkap ABK

Kapal Tanker MT Horizon Dirompak di Selat Riau, 1 Pelaku Ditangkap ABK

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X