Bocah Telantar dengan Koreng di Badan Diamankan LPA Mataram

Kompas.com - 19/06/2015, 08:12 WIB
AL, anak korban penelantaran diamankan LPA Mataram.
KOMPAS.com/ Karnia SeptiaAL, anak korban penelantaran diamankan LPA Mataram.
|
EditorGlori K. Wadrianto
MATARAM, KOMPAS.com - Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengamankan AL (10) anak korban penelantaran yang diduga dilakukan oleh kakaknya.

Kepala LPA Mataram Sri Mawarni menceritakan, kasus penelantaran anak ini terungkap ketika warga di Lingkungan Monjok Baru, Kota Mataram menemukan AL yang saat itu tengah duduk di pinggir jalan.

Saat pertama kali ditemukan, kondisi anak tersebut sangat memprihatinkan. AL seperti anak yang tidak terurus dan jarang mandi. Selain tampak kurus dan tak terurus, terdapat luka koreng yang tergolong besar di bagian kepalanya.

"Kondisinya ndak terawat, badannya semua sakit terkena luka-luka karena penyakit gatal (koreng)," kata Sri Kamis (19/6/2015) malam.

Menurut Sri, warga sempat akan mengantar anak tersebut pulang ke rumah, tetapi AL menolak. AL mengaku takut pulang ke rumah karena sering dipukul oleh kakaknya YR. "Nggak mau. Sering dipukul," kata AL.

Saat ini, AL telah dibawa dan diamankan LPA Kota Mataram. Selanjutnya, AL akan dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa terkait kondisi fisik maupun psikisnya.

Sementara itu, menurut Kepala Lingkungan Monjok Baru, Kasmayadi, AL tidak pernah terlihat keluar rumah. Bahkan tetangga sekitar pun tidak banyak yang mengetahui ada anak tinggal di rumah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejak ditinggal ayahnya ke Kalimantan dan ibunya ke Jawa, AL tinggal di rumah tersebut bersama kakaknya. Setiap harinya, AL tinggal di kamar atas rumah tersebut dan hampir tidak pernah pergi keluar rumah. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Kabupaten Bogor Bangun Tenda Darurat

Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Kabupaten Bogor Bangun Tenda Darurat

Regional
Ruang Isolasi Penuh, RSUD Kota Madiun Sementara Tidak Terima Pasien Covid-19

Ruang Isolasi Penuh, RSUD Kota Madiun Sementara Tidak Terima Pasien Covid-19

Regional
Pengungsi Longsor Sumedang Butuh Makanan Siap Saji hingga Selimut

Pengungsi Longsor Sumedang Butuh Makanan Siap Saji hingga Selimut

Regional
Kristen Gray Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi, Tarifnya Rp 700.000

Kristen Gray Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi, Tarifnya Rp 700.000

Regional
Diguyur Hujan Semalaman, Puluhan Rumah di Batang Terendam Banjir

Diguyur Hujan Semalaman, Puluhan Rumah di Batang Terendam Banjir

Regional
UPDATE Gempa Sulbar: Korban Tewas Bertambah Jadi 89, 3 Orang Masih Hilang

UPDATE Gempa Sulbar: Korban Tewas Bertambah Jadi 89, 3 Orang Masih Hilang

Regional
Bahaya Banjir Susulan di Puncak Bogor, Warga Dilarang Kembali ke Rumah

Bahaya Banjir Susulan di Puncak Bogor, Warga Dilarang Kembali ke Rumah

Regional
Ponorogo Zona Merah Covid-19, Angka Kematian di Atas Rata-rata Nasional

Ponorogo Zona Merah Covid-19, Angka Kematian di Atas Rata-rata Nasional

Regional
Semua Kecamatan di Kabupaten Bogor Zona Merah

Semua Kecamatan di Kabupaten Bogor Zona Merah

Regional
Sebelum Dipulangkan, Pengungsi Konflik KKB Vs Aparat Keamanan Jalani Tes Kesehatan

Sebelum Dipulangkan, Pengungsi Konflik KKB Vs Aparat Keamanan Jalani Tes Kesehatan

Regional
Pengakuan Kristen Gray: Visa Tidak Overstay dan Tidak Bekerja Mencari Uang di Indonesia

Pengakuan Kristen Gray: Visa Tidak Overstay dan Tidak Bekerja Mencari Uang di Indonesia

Regional
Kristen Gray Dideportasi, Imigrasi Beberkan Twit yang Dianggap Meresahkan

Kristen Gray Dideportasi, Imigrasi Beberkan Twit yang Dianggap Meresahkan

Regional
Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah, Saya Dideportasi karena LGBT

Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah, Saya Dideportasi karena LGBT

Regional
Genangan Air Sebabkan Kemacetan Panjang di Kaligawe Semarang

Genangan Air Sebabkan Kemacetan Panjang di Kaligawe Semarang

Regional
Video Viral 100 Warga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RS, ini Kata Polisi

Video Viral 100 Warga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RS, ini Kata Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X