Kompas.com - 17/06/2015, 14:48 WIB
Pak ogah menggunakan baju coklat dan berkacamata Ira Rachmawati / Kompas.com / BanyuwangiPak ogah menggunakan baju coklat dan berkacamata
|
EditorCaroline Damanik

BANYUWANGI, KOMPAS.com
 — Namanya Pak Ogah. Namun, tidak botak licin, Pak Ogah yang ini alih-alih memiliki rambut dan juga berkacamata. Selasa (16/6/2015), Pak Ogah yang berkaus coklat terlihat sibuk mempersiapkan keberangkatan jenazah Engeline (baca: "Namanya Engeline, Bukan Angeline").

Dia memunguti karangan bunga, boneka, dan beberapa barang yang dibawa oleh masyarakat dari halaman RSUP Sanglah ke mobil milik dinas sosial yang akan mengantarkan jenazah Engeline ke Banyuwangi.

Berbeda dengan masyarakat yang datang untuk membawa bunga, lelaki bertumbuh tambun tersebut memilih membawakan peralatan musik untuk diletakkan di halaman ruang jenazah pada hari kedua ditemukannya jasad Engeline.

"Sejak jenazah Engeline dibawa ke Sanglah, saya selalu ke sini, bahkan ikut menginap di rumah sakit buat menemani Engeline," katanya.

Ira Rachmawati / Kompas.com / Banyuwangi Alat musik yang diletakkan seseorang atas nama Pak Ogah di halaman ruang jenasah RSUP Sanglah

Dia memilih menginap karena pianika yang diletakkan pada hari pertama hilang (baca: Alat Musik dan Selembar Kertas dari Pak Ogah untuk Angeline). Setelah itu, dia kembali lagi membawa gitar, ukulele, keyboard kecil, seruling, buku, spidol, serta boneka kecil yang digantungnya di pohon kamboja di depan ruang jenazah.

"Saya kecewa, kok ya ada yang ngambil pianika buat Engeline," ungkap lelaki asli Jawa Timur tersebut.

Selain menginap di rumah sakit, lelaki yang mengaku memiliki dua anak tersebut ikut membantu menata rangkaian bunga, boneka, dan foto yang diletakkan di halaman ruang jenazah RSUP Sanglah.

Sesekali dia juga membawa minuman dan makanan ringan untuk dibagikan kepada sebagian jurnalis dan masyarakat yang datang ke rumah sakit untuk bersimpati pada kasus Engeline.

Kepada Kompas.com, Pak Ogah mengaku terus mengikuti perkembangan kasus Engeline sejak anak tersebut dinyatakan hilang oleh keluarga angkatnya.

"Saya mantau terus. Nah, saat dengar sudah ditemukan dan dibawa ke rumah sakit, saya rajin nyambangi. Kebetulan, rumah dekat sini," tuturnya.

Ketika ditanya mengenai nama aslinya, Pak Ogah enggan menyebutkannya. Dia hanya menyebutkan nama "Pak Ogah". Dari pengamatan terhadap barang-barang pemberiannya, di gitar yang dibawanya tertulis "From: Pak Ogah Taman Pancing (Owner Toko Pika Musik).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan 'Bapenda Kapendak'

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan "Bapenda Kapendak"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.