Kompas.com - 17/06/2015, 12:13 WIB
Petani garam di Desa Lembung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, mulai memanen garam tahap pertama di tahun ini. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANPetani garam di Desa Lembung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, mulai memanen garam tahap pertama di tahun ini.
|
EditorGlori K. Wadrianto
SAMPANG, KOMPAS.com - Program bantuan pengembangan garam rakyat berupa geomimbran untuk petani garam di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, ditolak. Pasalnya, bantuan plastik yang akan dihamparkan di lahan garam rakyat itu, tidak sesuai dengan harapan petani.

Ahmad Jailani, petani garam asal Kelurahan Polagan, Kecamatan Kota Sampang, kepada Kompas.com, menuturkan, seharusnya bantuan kepada petani garam sesuai dengan luas petak garam milik petani. Sehingga bantuannya tidak sia-sia.

Sementara, geomimbran yang akan diberikan kepada petani, tidak sesuai. “Bantuan gemimbran dari Pemerintah seluas 12x70 meter. Sedangkan petak garam milik anggota kelompok tani garam ukurannya 16x100. Jadi kami sepakat menolaknya,” ujar dia, Rabu (17/6/2015).

Jailani mengaku, jika bantuan geomimbran diterima petani, maka petani garam butuh merombak lahan garam yang sudah dibangun sebelumnya. Demi merombaknya, biaya yang dibutuhkan pun terbilang besar, bahkan lebih besar dari harga geomimbran yang dibantu pemerintah.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sampang, M. Mahfud menuturkan, penolakan dari para petani garam di Kabupaten Sampang sudah disampaikan ke pemerintah pusat. Namun masukan dari petani tidak direspons dan bersikukuh untuk tetap memberikan bantuan sesuai dengan ukuran dari pemerintah.

“Sudah dua kali proses mediasi dengan petani garam untuk menerima bantuan geomimbran, namun petani tetap menolaknya,” ungkap M. Mahfud.

Direktur Utama PT Garam, Usman Perdanakusuma saat dikonfirmasi mengatakan, penolakan bantuan geomimbran dari petani garam kemungkinan karena dianggap tidak tepat. Oleh sebab itu, PT Garam akan melakukan pendataan ulang petani yang siap untuk menerima bantuan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ke depan kebijakannya harus diubah dan akan kami sosialisasikan kepada para petani. Saat ini hanya butuh verifikasi ualng penerimanya. Sebab satu kelompok tani, hanya satu anggota yang menerima. Kemungkinan anggota yang lain untuk menerima bantuan, masih terbuka lebar,” kata dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.