Kompas.com - 15/06/2015, 22:10 WIB
11 unit mobil rental yang digelapkan IRT, Irda sudah disita dan diamankan di markas Polrestabes Makassar. KOMPAS.com/Hendra Cipto11 unit mobil rental yang digelapkan IRT, Irda sudah disita dan diamankan di markas Polrestabes Makassar.
|
EditorFarid Assifa
MAKASSAR, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar membongkar kasus penggelapan puluhan mobil rental yang dilakukan seorang ibu rumah tangga (IRT), Irda yang diduga istri anggota Polri berpangkat Brigadir Polisi.

Terungkapnya penggelapan puluhan mobil rental di Makassar itu berdasarkan laporan salah seorang korban, Ahmad Passima (50), warga Maccini Raya dengan nomor laporan polisi 1141/V/2015/Restabes Makassar, tanggal 25 Mei.

Korban melaporkan Brigadir Sri Amar yang merupakan anggota Polrestabes Makassar dengan tuduhan membawa kabur dua unit mobil Xenia. Brigadir Sri Amar merental dua unit mobil korban sejak 24 Desember 2014 lalu. Pembayaran beberapa bulan sempat lancar hingga April. Namun, dua bulan terakhir, yakni Mei dan Juni, pembayarannya macet.

"Dua bulan sudah tidak dibayar oleh Brigadir Sri Amar. Kerugian saya sekitar Rp 30 juta. Karena, dia (Sir Amar) rental dua unit mobil saya Rp 500.000 per hari. Saya sering hubungi, tapi nomornya selalu tidak aktif," kata Ahmad, Senin (15/6/2015).

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Makassar, AKBP Noviana Tursanurohmad yang dikonfirmasi mengatakan, kasus penggelapan mobil rental terus diselidiki, dan polisi telah menetapkan seorang tersangka.

"Inisial tersangka Ir. Dia seorang ibu rumah tangga, bukan PNS. Kita masih selidiki terus kasus itu, apakah ada tersangka lainnya. Dalam kasus itu, kita sudah sita 11 unit mobil dari 40 unit mobil rental yang digelapkan. Sisanya kita masih cari yang sudah tersebar di berbagai daerah di Sulsel," tuturnya.

Mengenai adanya peran pihak lain dalam kasus ini, lanjut Noviana, masih dalam pengembangan polisi. Setelah Irda ditangkap dan ditahan, ada beberapa korban juga telah melapor ke Polrestabes Makassar.

"Ya, tentu kita akan terus kembangkan kemungkinan akan ada pihak-pihak lain yang terlibat di dalamnya untuk membantu jalannya aksi penggelapan. Nantilah kita akan ekspose perkembangannya. Saat tersangka ditangkap, beberapa korbannya kemudian melakukan pelaporan ke Polrestabes Makassar sehingga LP tersangka ada 5. Awalnya yang melaporkan Irda adalah Andi Basri yang merupakan warga Maccini, Kecamatan Makassar, pada tanggal 20 Mei 2015," bebernya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X