Kompas.com - 15/06/2015, 17:31 WIB
Bayi Kembar siam Fitri Sakinah dan Fitri Rahmawati yang kini berusia satu bulan asal Kutacane, Aceh Tenggara akan dirujuk ke RS dr Sarjito Jogjakarta untuk menjalani operasi pemisahan kepala pada akhir bulan ini. Keduan lahir dengan kondisi prematur pada 2 Mei 2015 lalu.*****K12-11 K12-11Bayi Kembar siam Fitri Sakinah dan Fitri Rahmawati yang kini berusia satu bulan asal Kutacane, Aceh Tenggara akan dirujuk ke RS dr Sarjito Jogjakarta untuk menjalani operasi pemisahan kepala pada akhir bulan ini. Keduan lahir dengan kondisi prematur pada 2 Mei 2015 lalu.*****K12-11
|
EditorCaroline Damanik

BANDA ACEH, KOMPAS.com
– Bayi kembar siam dempet kepala (conjoin twin croniopagus) bernama Fitri Sakinah dan Fitri Rahmawati diputuskan akan menjalani operasi pemisahan di RS Dr Sarjito. Bayi kembar asal Kabupaten Aceh Tenggara ini akan segera dirujuk ke Yogyakarta.

Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh (RSUZA) Azharuddin mengatakan, bayi kembar tersebut kini menunjukkan perkembangan yang baik.

“Berat badan keduanya pun kini bertambah satu kilogram, dari sebelumnya 4,4 kilogram kini menjadi 5,4 kilogram, dan keduanya pun sangat aktif bergerak, dari perkembangan ini kita optimis keduanya bisa menjalani operasi pemisahan,” ujar Azharuddin, Senin (15/6/2015).

Menurut Azharuddin, kini sudah ada tim medis secara nasional yang akan menangani bayi kembar siam dempet kepala tersebut.

“Ini merupakan kasus kedua di Indonesia, setelah satu kasus sebelumnya pada 20 tahun yang lalu berhasil ditangan dengan baik dan bayi yang mengalami kondisi yang sama itu bernama Yuliana dan Yuliani kini bahkan sudah dewasa berusia 20 tahun,” ujar Azharuddin.

Senada dengan itu, dr Iskandar, ahli bedah syaraf di RSU Zainal Abidin Banda Aceh, mengatakan, pekan lalu, sejumlah dokter ahli dari pelbagai daerah di Indonesia, seperti Banda Aceh, Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta bertemu di daerah Yogyakarta untuk membahas rencana operasi pemisahan bayi kembar ini.

Rapat memutuskan bahwa operasi akan dilakukan di Yogya dengan melibatkan sejumlah dokter ahli dari pelbagai bidang ilmu.

Operasi ini juga akan dilakukan di bawah supervisi Prof Dr Padmosantjojo –dokter yang pernah berhasil melakukan operasi dempet kepala Yuliana-Yuliani pada 21 Oktober 1987 lalu. Iskandar, SpBS, menyebutkan bahwa bayi kembar dempet kepala merupakan kasus langka.

Operasi yang akan dijalani bayi asal Aceh Tenggara itu tergolong sulit dan disarankan agar operasi pemisahan kepala bayi tersebut harus dilakukan sebelum bayi berusia enam bulan.

“Ini kasus sulit dan risiko tinggi. Tapi insya Allah dokter yakin bisa dioperasi,” kata Iskandar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X