Kompas.com - 15/06/2015, 16:42 WIB
Petani garam di Desa Lembung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, mulai memanen garam tahap pertama di tahun ini. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANPetani garam di Desa Lembung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, mulai memanen garam tahap pertama di tahun ini.
|
EditorFarid Assifa
PAMEKASAN, KOMPAS.com - PT Garam (Persero) menginginkan impor garam dari luar negeri harus satu pintu. Selama ini, impor garam banyak dilakukan oleh pihak swasta. Akibatnya, banyak garam impor yang bocor ke pasar dan berpengaruh pada penyerapan garam rakyat.

Direktur Utama PT Garam, Usman Perdanakusuma, menjelaskan, regulasi impor garam dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan ke depan harus diubah. Impor garam dari pihak swasta harus ditutup dan dikembalikan kepada pemerintah. Tujuannya agar garam impor bisa terkontrol dan tidak beredar ke pasar.

Dijelaskan Usman, impor garam sampai saat ini masih sangat dibutuhkan khusus untuk kualitas premium. Sementara untuk garam konsumsi masih bisa memanfaatkan garam rakyat. Oleh sebab itu, nominal impor garam harus disesuaikan dengan nominal serapan garam rakyat. Garam rakyat harus terlebih dahulu diserap sebelum melakukan impor.

“Patokan kebutuhan garam nasional sudah jelas setiap tahun. Jika garam rakyat semuanya sudah terserap, maka impor garam bisa diketahui kebutuhannya,” ujar Usman, Senin (15/6/2015) melalui telepon selulernya.

Upaya itu, terang Usman, agar anggaran untuk penyerapan garam rakyat sebesar Rp 222 miliar tidak sia-sia. Sebab, jika di pasaran banyak ditemukan garam impor, maka akan terjadi penumpukan garam rakyat yang tidak terserap di luar pembelian garam oleh PT Garam sendiri.

Namun, alangkah lebih baik jika PT Garam dijadikan satu-satunya lembaga yang diberi kepercayaan untuk melakukan impor garam. Jika itu terjadi, maka PT Garam akan menggandeng koperasi petani garam. Dengan demikian, PT Garam bisa menjamin tidak akan ada spekulasi jumlah garam di pasaran.

Usman menegaskan, mulai bulan depan PT Garam akan membeli garam rakyat sesuai dengan harga pokok penjualan (HPP) yakni Rp 750 per kilogram untuk kualitas 1 dan Rp 550 per kilogram untuk kualitas 2. Jika disesuaikan dengan jumlah penyertaan modal negara (PMN) yang diterima PT Garam untuk penyerapan garam rakyat Rp 222 miliar, maka akan ada 400.000 ton garam rakyat yang akan terserap.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Semangat kita untuk meningkatkan martabat dan ekonomi petani garam yang sebelumnya garam hanya dibeli di bawah HPP,” ungkap Usman.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.