Dilarang Masuk ke Rumah Kos Pacar, Polisi Lepaskan Tembakan

Kompas.com - 15/06/2015, 12:50 WIB
Shutterstock Ilustrasi penembakan
EditorCaroline Damanik


MEDAN, KOMPAS.com — Seorang polisi bernama F (21) membuat keributan di kawasan Jalan Belat, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (13/6/2015) malam. Polisi yang disebut-sebut berpangkat bripda ini mengamuk setelah dilarang berkunjung oleh Viktor Tambunan (60), pemilik rumah kos pacarnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat hendak berkunjung, jam telah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Tambunan memberlakukan aturan bahwa penghuni rumah kosnya yang sebagian besar adalah perempuan dilarang menerima tamu di atas pukul 21.00 WIB.

Seorang warga setempat yang namanya tidak ingin disebut menjelaskan bahwa awalnya F terlihat berdiri di depan pagar rumah yang sudah tertutup rapat beberapa lama. Karena curiga, sejumlah warga datang menegur.

"Tetapi, dia malah marah-marah. Karena mendengar ada ribut-ribut, Pak Tambunan keluar rumah. Melihat itu, laki-laki tersebut memaksa masuk. Pak Tambunan menolak dan dia semakin marah," kata warga itu, Minggu (14/6/2015).


F lalu mengeluarkan kata-kata ancaman. Kemudian, dia mengeluarkan pistol dan melepaskan tembakan ke udara.

"Pak Tambunan tetap pada pendiriannya. Karena memang sudah jadi peraturannya dan jadi kesepakatan warga di sini. Tamu laki-laki dilarang berkunjung malam hari untuk menghindarkan hal-hal yang sama-sama tidak kita inginkan," ucapnya.

Karena ancamannya tidak membuat pemilik rumah kos berubah sikap, F surut langkah. Ia meninggalkan lokasi kejadian sembari mengumpat.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Viktor Ziliwu mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan perihal kejadian ini.

"Saya belum monitoring ke kantor, baru selesai ibadah. Coba nanti saya cek dulu, ya. Kalau memang benar adanya laporan, kita langsung menindak," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Minggu petang.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Proyek Rel Ganda, Jalur Sumpiuh-Tambak Banyumas Ditutup hingga Oktober

Proyek Rel Ganda, Jalur Sumpiuh-Tambak Banyumas Ditutup hingga Oktober

Regional
Cerita Mahasiswa yang Jadi Anggota DPRD Termuda, Ingin Restorasi Sistem hingga Larang Razia Buku

Cerita Mahasiswa yang Jadi Anggota DPRD Termuda, Ingin Restorasi Sistem hingga Larang Razia Buku

Regional
Cerita di Balik Viralnya Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dota 2

Cerita di Balik Viralnya Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dota 2

Regional
Hutan Sekitar Bandara Hang Nadim Batam Terbakar

Hutan Sekitar Bandara Hang Nadim Batam Terbakar

Regional
Pisau Seukuran Bolpoin dan Bayonet Diamankan dari Rumah Terduga Teroris HS

Pisau Seukuran Bolpoin dan Bayonet Diamankan dari Rumah Terduga Teroris HS

Regional
30 Pekerja Migran Ilegal Diselamatkan Saat Akan Diselundupkan ke Malsysia

30 Pekerja Migran Ilegal Diselamatkan Saat Akan Diselundupkan ke Malsysia

Regional
Pasar Tradisional di Purbalingga Ludes Terbakar

Pasar Tradisional di Purbalingga Ludes Terbakar

Regional
Kasus Gubernur Kepri, KPK Ingatkan Pejabat Pemprov Tak Beri Keterangan Palsu

Kasus Gubernur Kepri, KPK Ingatkan Pejabat Pemprov Tak Beri Keterangan Palsu

Regional
Menkominfo Sebut Hoaks di Papua Menyebar Lewat SMS Saat Internet Dibatasi

Menkominfo Sebut Hoaks di Papua Menyebar Lewat SMS Saat Internet Dibatasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ini Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati | Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dato 2

[POPULER NUSANTARA] Ini Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati | Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dato 2

Regional
Menkominfo Ungkap Dasar Hukum Pembatasan Internet di Papua

Menkominfo Ungkap Dasar Hukum Pembatasan Internet di Papua

Regional
Ini Kronologi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang, Madura

Ini Kronologi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang, Madura

Regional
Gara-gara Pulang Telat, Siswi SMK Disetrika Bibi Kandung

Gara-gara Pulang Telat, Siswi SMK Disetrika Bibi Kandung

Regional
Basarnas: Jumlah Penumpang KM Santika Nusantara yang Terbakar Melebihi Manifes

Basarnas: Jumlah Penumpang KM Santika Nusantara yang Terbakar Melebihi Manifes

Regional
Ditangkap Berburu di Cagar Alam Raja Ampat, 11 Orang Akhirnya Dibebaskan

Ditangkap Berburu di Cagar Alam Raja Ampat, 11 Orang Akhirnya Dibebaskan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X