Akbar: Agus Mengaku Bunuh Angeline karena Iming-iming Rp 2 Miliar dari Margareith

Kompas.com - 13/06/2015, 15:09 WIB
KOMPAS.com/SRI LESTARI Politisi Partai Nasdem Akbar Faizal usai menengok Agus di Polresta Denpasar.


DENPASAR, KOMPAS.com — Anggota Komisi III DPR, Akbar Faizal, mengatakan bahwa Agus, tersangka pembunuh Angeline (8), mengaku melakukan pembunuhan karena mendapat imbalan uang Rp 2 miliar dari ibu angkat Angeline, Margareith.

Akbar mengaku menerima informasi itu langsung dari Agus saat bertemu di Polresta Denpasar, Sabtu (13/6/2015). Akbar datang ke Polresta Denpasar didampingi Wakapolresta dan para penyidik lainnya.

"Saya kaget mendengar dia (Agus) melakukan itu (membunuh Angeline) karena diiming-imingi uang Rp 2 miliar oleh Ibu Margareith (ibu angkat Angeline), dan akan dibayarkan pada tanggal 25 ini (25 Juni 2015)," kata Akbar di Denpasar, Bali, Sabtu.

Menurut Akbar, dalam pertemuan tersebut, Agus mengaku menyesal atas perbuatannya. Namun, menurut polisi, kata Akbar, keterangan Agus saat diperiksa berubah-ubah.

"Ini merupakan keterangan baru dan mereka (penyidik) berjanji akan menindaklanjuti keterangan ini. Saya tanya kepada dia (Agus) apakah Anda (Agus) menyesal? Dia menyatakan menyesal. Tersangka ini cool sekali tampaknya, dia tahu apa yang dia katakan. Cuma, menurut polisi, keterangannya berubah-ubah," ujar politisi Partai Nasdem itu.

Akbar menyampaikan informasi yang diterimanya bahwa kepolisian membentuk dua tim, yaitu tim dari Polresta Denpasar yang menyelesaikan kasus pembunuhannya, dan tim dari Polda Bali yang menangani hal-hal terkait keluarga korban.

"Kedatangan saya ke Bali karena saya tidak bisa menahan diri untuk tidak mengikuti langsung karena informasi yang beredar sudah ke mana-mana. Saya sudah koordinasi dengan Komnas Perlindungan Anak juga," pungkasnya.

Kepolisian Resor Kota Denpasar baru menetapkan Agus (25), mantan pembantu rumah tangga di kediaman korban, sebagai tersangka.

Namun, kepolisian tengah mengembangkan penyelidikan. Polisi memeriksa keluarga angkat Angeline, termasuk Margareith. (Baca: Polisi Telusuri Percikan Darah di Kamar Ibu Angkat Angeline)



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSandro Gatra

Terkini Lainnya

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Regional
Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Regional
Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Regional
Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

Regional
Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Regional
Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Regional
2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

Regional
Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Regional
Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Regional
Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Regional
WN, Tersangka Kasus Hoaks 'Server KPU Diatur' Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

WN, Tersangka Kasus Hoaks "Server KPU Diatur" Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

Regional
Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Regional

Close Ads X