Kompas.com - 11/06/2015, 11:01 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Aktivitas memotret diri sendiri dengan menggunakan kamera telepon genggam, yang dikenal dengan istilah "selfie", biasa dilanjutkan oleh banyak orang dengan mengunggahnya ke media sosial. Tak ketinggalan, hal ini pun ternyata dilakukan oleh narapidana yang tengah mendekam di balik jeruji besi.

Sebuah foto "selfie" narapidana ditemukan petugas Kepolisian Satresnarkoba Polres Sleman melalui akun jejaring sosial Facebook. Belakangan, diketahui narapidana bernama Meidut (34) yang kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Narkoba Pakem, Sleman, yang mengunggah foto "selfie" nya ke Facebook.

"Meidut beberapa hari lalu kita amankan karena menjadi operator narkoba di Lapas. Lalu kita lakukan pemeriksaan untuk mengembangkan penemuan ini," ujar Kasatres Narkoba Polres Sleman AKP Anggaito Hadi Prabowo, Kamis (11/6/2015).

Anggaito mengungkapkan, saat polisi melakukan pemeriksaan, muncul informasi dari warga bahwa Meidut, pria asal Gamping, mengunggah foto "selfie" di penjara ke Facebook.

"Meidut divonis 5 tahun penjara karena kepemilikan paket sabu. Saat ini baru menjalani 2,5 tahun di Lapas Pakem," tandas dia.

Sebelum menjalani masa tahanan, aktivitas Facebook Meidut seperti pemilik akun biasanya. Namun setelah ada putusan pengadilan dan tersangka masuk di Lapas Pakem, muncul foto-foto baru.

Mengejutkan, foto-foto yang diunggah berisi aktivitas saat dia berada di dalam lapas. Padahal, benda-benda elektronik seperti telepon selular seharusnya tidak ada di dalam lapas. "Foto tersebut paling akhir (diunggah) tahun 2014. Sementara sampai 2015 ini Meidut sudah menjalani 2,5 tahun," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam akun Facebook yang memajang foto Meidut tersebut, dipasang nama samaran dengan pekerjaan sebagai pramuniaga salah satu produk rokok. "Ada beberapa foto berbeda yang ada di Facebooknya, dua yang bisa kita amankan. Saya juga sudah bertanya sekaligus memperlihatkan untuk memastikan, dan Meidut mengakui hal itu," tandas Anggaito.

Dia menduga, akun Facebook digunakan untuk berhubungan dengan jaringan di luar penjara. Sebab, Meidut adalah operator narkoba di Lapas Narkotika Pakem. " Ini menjadi bukti bahwa ada handphone yang masuk ke dalam lapas dan digunakan oleh para narapidana," ucap dia.

Selanjutnya, aparat Polres Sleman akan segera berkoordinasi dengan Lapas Narkotika Pakem Sleman untuk memperketat pengawasan. Termasuk juga upaya-upaya pencegahannya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.