Kompas.com - 09/06/2015, 18:49 WIB
EditorCaroline Damanik

SURABAYA, KOMPAS — Polisi menangkap empat pebalap liar yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan dan pembunuhan terhadap Aditya Wahyu Budi Hartanto (24), mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya, Jawa Timur, Selasa pekan lalu. Polisi menjerat tersangka dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman mati.

Pebalap liar yang diamankan itu adalah FS alias Amber (20), RSK alias Mbah (19), RS alias Gondrong (19), dan BG (23). Polisi masih mencari delapan pelaku pengeroyokan lainnya yang kabur. "Hukuman terberat harus diberikan agar ada efek jera. Tak dapat dibayangkan jika kita dalam posisi keluarga korban," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Takdir Mattanete, Senin (8/6/2015) di Surabaya.

Takdir menjelaskan, ada empat pasal dalam KUHP yang dapat dikenakan pada tersangka, yaitu Pasal 340 tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 tentang pembunuhan, Pasal 170 tentang pengeroyokan, dan Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan. Hukuman mati adalah hukuman maksimal yang bisa diterapkan untuk pelaku pembunuhan berencana.

Saat kejadian, Aditya, yang juga seorang disc jockey (DJ) pada sebuah kelab malam di Surabaya dalam perjalanan pulang, setelah bekerja sekitar pukul 04.00. Saat melintasi Jalan Ngagel Jaya Selatan Surabaya, Selasa pekan lalu, ada dua kelompok balap liar, yaitu Lolipot dan Reisa yang sedang beradu.

Seorang pebalap liar menyenggol mobil yang dikendarai Aditya. RS alias Gondrong memprovokasi temannya untuk mengejar Aditya. Korban pun melaju kencang untuk menyelamatkan diri. Namun, Aditya justru menabrak pohon dan mobilnya ringsek.

Gondrong dan belasan pebalap liar mengerumuni korban yang tak berdaya. "Bukan menolong, mereka menganiaya Aditya hingga tewas. Ini pembunuhan berencana. Mereka sebenarnya mempunyai waktu untuk membuat keputusan," katanya.

Tubuh Aditya dipukuli dengan batu dari trotoar, helm, dan benda apa saja. Korban pun tewas di tempat kejadian. Tersangka juga mengambil barang milik korban, seperti telepon genggam dan tape mobil. Gondrong juga mengaku menyeret korban keluar dari dalam mobil, memprovokasi, dan menganiaya korban.

Gondrong dan temannya juga mengaku sering balapan liar di sejumlah jalan di Surabaya, terutama pada malam minggu atau malam hari libur. (den)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Regional
Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.