Diduga Unggah Foto PKI di Facebook, Seniman Dicari Ormas PP

Kompas.com - 30/05/2015, 18:32 WIB
Rumah milik Kelana usai yang masih dijaga Polisi. Kompas.com/slamet priyatin k9-11Rumah milik Kelana usai yang masih dijaga Polisi. Kompas.com/slamet priyatin
|
EditorAna Shofiana Syatiri

KENDAL, KOMPAS.com - Rumah penyair Kendal Jawa Tengah, Kelana, di kelurahan Bugangin Kendal, didatangi anggota organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila, Sabtu (30/5/2015). Kedatangan sejumlah anggota Pemuda Pancasila itu dikawal ketat oleh petugas dari Polres Kendal.

Tujuan kedatangan Ormas Pemuda Pancasila tersebut untuk meminta keterangan kepada penyair yang juga aktivis itu terkait dengan acara diskusi kebangkitan nasional dan politik kooptasi feodal Jawa dalam revolusi di Gedung NU Kendal pada 23 Mei lalu. Namun, mereka tidak menjumpai Kelana di rumahnya.

Foto kegiatan tersebut sempat diunggah di akun Facebook Kabupaten Kendal yang diberi keterangan dengan "Hari Kebangkita PKI". Setelah mendapat tanggapan keras dan menjadi polemik dari beberapa masyarakat, akhirnya gambar tersebut dihapus.

Arief Sudibyo, salah seorang pengurus Ormas Pemuda Pancasila Kendal yang ikut mendatangi rumah Kelana, mengatakan, mereka hendak meminta klarifikasi mengenai acara dan foto tersebut. PP, kata dia, meminta Kenala menghapus segala atribut berbau PKI yang diunggah ke Facebook Kabupaten Kendal.

"Kami juga berharap kepada pemegang admin akun Facebook Kabupaten Kendal supaya lebih selektif dalam menerima postingan dari masyarakat, terutama yang bisa membuat Kendal tidak kondusif," kata Arif.

Kelana juga diminta agar menghapus tulisan genjer-genjer di dinding rumahnya. Sebab, genjer-genjer identik dengan PKI.

Ketua Pemuda Pancasila Kendal, Gufroni, menilai, aparat kecolongan dengan terselenggaranya acara tersebut. Pasalnya Tap MPRS XXV/1966 tentang pelarangan paham komunis di Indonesia belum dicabut. Sehingga, semua kegiatan berbau PKI tidak diperbolehkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Beberapa hari yang lalu di Kendal ada peringatan kebangkitan PKI tapi dibiarkan begitu saja oleh aparat penegak hukum,” ujar Gufroni.

Menurut Gufroni, Pemuda Pancasila sudah konfirmasi ke pengurus NU dan Ketua GP Ansor Kendal terkait peristiwa tersebut. Namun, pengurus NU dan GP Ansor tidak mengetahui acara tersebut. Saat mengajukan izin tempat, panitia mengaku hendak melakukan kegiatan pentas seni.

Terkait hal itu, Kelana yang dihubungi Kompas.com, mengatakan, kegiatan tersebut hanyalah diskusi tentang peringatan hari kebangkitan nasional dengan tema Kebangkitan Nasional dan Politik Kooptasi Feodal Jawa dalam Revolusi. Kegiatan itu, bukan peringatan hari kebangkitan PKI. Kelana juga membantah adanya foto berjudul "Hari Kebangkitan PKI" yang di-posting di Facabook Kabupaten Kendal. 

"Kegiatan itu bukan untuk memperingati hari kebangkitan PKI, tapi hari kebangkitan nasional," ucap Kelana.

Mengenai tulisan Genjer-genjer di dinding rumahnya, Kelana mengatakan bahwa Genjer-genjer hanyalah lagu daerah asal Banyuwangi dan tidak ada kaitannya dengan PKI.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X